Skotlandia Disebut Memang Tak Layak Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
BOLAZOLA – Peluang Timnas Skotlandia untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih terbuka. Namun, legenda mereka sendiri, Craig Burley, justru melontarkan kritik pedas terhadap performa The Tartan Army.
Skotlandia menutup fase Grup C dengan tiga poin hasil satu kemenangan dan dua kekalahan. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti sebelum tumbang 0-1 dari Maroko dan dihajar Brasil 0-3.
Meski masih berpeluang melaju melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik, Burley menilai tim asuhan Steve Clarke tidak pantas mendapatkan tiket ke fase gugur. Menurutnya, performa Skotlandia sepanjang fase grup jauh dari kata meyakinkan.
Craig Burley Nilai Skotlandia Tampil di Bawah Standar
Format baru Piala Dunia yang meloloskan delapan tim peringkat ketiga terbaik membuat peluang Skotlandia belum sepenuhnya tertutup. Mereka kini hanya bisa berharap hasil pertandingan di grup lain berpihak kepada mereka.
Namun, Burley menegaskan bahwa lolosnya Skotlandia justru akan menjadi ironi. Mantan gelandang Chelsea dan Celtic itu menilai timnya hanya akan memperpanjang rasa malu jika akhirnya berhasil mencapai babak berikutnya.
“Maaf, saya tahu memang seperti ini format dengan 48 tim. Tetapi menurut saya kita hanya memberikan hadiah kepada tim yang tampil biasa-biasa saja dan sejujurnya mereka tidak pantas lolos,” kata Burley kepada ESPN.
Baca Juga: Sejarah! Afrika Selatan Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia untuk Pertama Kalinya
Burley juga menilai kualitas skuad Skotlandia saat ini jauh tertinggal dibanding generasi-generasi sebelumnya. Ia menganggap tim sekarang kekurangan pemain yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
“Mereka memang punya beberapa pemain bagus, tetapi tidak memiliki kualitas seperti generasi terdahulu. Jika mereka lolos, seharusnya tidak ada perayaan karena performa mereka memang tidak cukup baik,” ujar Burley.
Nasib Skotlandia Bergantung pada Hasil Grup Lain
Kemenangan atas Haiti menjadi satu-satunya hasil positif yang diraih Skotlandia di Grup C. Setelah itu, mereka gagal mencetak gol saat menghadapi Maroko maupun Brasil sehingga harus puas finis dengan koleksi tiga poin.
Secara matematis, peluang lolos masih terbuka melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Akan tetapi, Skotlandia tidak lagi memegang kendali atas nasib sendiri dan harus menunggu hasil dari sejumlah pertandingan di grup lain.
Jika berhasil lolos, pencapaian tersebut akan menjadi sejarah karena Skotlandia belum pernah melewati fase grup pada turnamen besar. Namun menurut Burley, keberhasilan itu tidak akan menghapus kenyataan bahwa performa tim sepanjang turnamen masih jauh dari memuaskan.
Baca Juga: Neymar Menangis Haru usai Kembali Main untuk Brasil di Piala Dunia 2026



