Bolazola – Tidak ada tim Afrika yang pernah mencapai sejauh ini di Piala Dunia tetapi pelatih timnas Maroko, Walid Rergagui, mengatakan timnya bisa mencapai final pada hari Minggu (18/12/2022) meskipun kini mendukung Prancis.

Atlas Lions adalah tim pertama dari benua Afrika yang mencapai semifinal, dimana mereka dikalahkan oleh gol dari Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani, dengan Rergagui mengungkapkan bahwa itu adalah target yang telah dia tetapkan sebagai pelatih dan bersikeras bahwa mereka harus selalu lolos ke turnamen empat tahunan.

Pada akhirnya, ia juga mengungkapkan bahwa melawan Prancis adalah pertandingan yang terlalu jauh untuk tim yang secara kualitas tidak sama.

Walid Rergagui mengungkapkan bahwa dia tidak punya pilihan selain menarik Nayef Aguerd sesaat sebelum kick-off karena mengalami flu dan kemudian menarik keluar Romain Saïss hanya 20 menit setelah pertandingan, tetapi dia bersikeras dia tidak menyesal bertaruh dengan memainkan kaptennya, meskipun mengakui itu berkontribusi pada awal yang ‘buruk’.

“Di Piala Dunia ini mungkin satu langkah terlalu jauh. Bukan dalam hal kualitas atau taktik, tapi secara fisik kami kalah malam ini. Kami memiliki terlalu banyak pemain di 60% atau 70%. Dengan semua skuat yang bugar, kami bisa menyebabkan banyak masalah bagi mereka,” kata Walid Rergagui.

Maroko menyebabkan banyak masalah bahkan dengan masalah kebugaran, memaksa Prancis lebih ofensif. Maroko memiliki lebih banyak penguasaan bola, sebanyak tembakan tepat sasaran dan sempat upaya terbaik mereka membentur mistar gawang.

Pada akhirnya, gol dalam waktu 5 menit babak pertama dan yang berikutnya di babak kedua menjadi penentu pertandingan.

“Kami mengecewakan rakyat Maroko, kami ingin mempertahankan mimpi itu tetap hidup,” kata Regragui.

“Kami tahu kami telah mencapai sesuatu yang hebat dan semua orang bangga dengan kami. Kami senang dengan apa yang telah kami lakukan tetapi merasa kami bisa melangkah lebih jauh,” tandasnya.

“Detail kecil itulah yang membantu juara sejati menang dan kami melihatnya. Saya memberi tahu para pemain bahwa saya bangga pada mereka, bahkan seluruh dunia bangga,” tuturnya lagi.

“Kami ingin menulis ulang sejarah dan Anda tidak dapat melakukannya dengan keajaiban karena butuh kerja keras. Kami telah memberikan gambaran yang baik tentang sepak bola Afrika dan itu penting karena kami mewakili negara dan benua kami. Orang-orang menghormati kami sebelumnya dan mungkin mereka akan lebih menghormati kami sekarang. Ke depannya harus lebih baik lagi,” imbuhnya.

“Kami melangkah lebih jauh dari Brasil, Spanyol, Jerman, semua tim teratas, tetapi kami harus menunjukkannya secara teratur jika kami ingin Maroko berada di peta sepak bola dunia. Kami mungkin tidak akan pernah sebagus Brasil, Prancis, Inggris, tetapi saya ingin kami lolos ke setiap Piala Dunia. Kami telah membuktikan bahwa orang Afrika dapat berhadapan langsung dengan tim-tim top. Kami perlu bekerja keras untuk menunjukkan bahwa itu bukan kebetulan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here