Konsul Dengan Tokoh Sepakbola Nasional, Arema FC Dapat Gambaran Soal Tragedi Sepakbola

0
10
Dok : Arema FC

Bolazola – Manajemen Arema FC terus berbenah paska Tragedi Kanjuruhan. Terbaru, manajemen Arema FC menggelar pertemuan online dengan banyak tokoh sepakbola nasional. Beberapa tokoh nasional tadi, memberikan gambaran soal tragedi sepakbola yang pernah terjadi di seluruh dunia.

Singo Edan, julukan dari Arema FC, menjadi korban terbesar akibat Tragedi Kanjuruhan. Tercatat, 135 orang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan. Semua korban adalah Aremania, fans fanatik Arema FC.

Sebulan lebih paska Tragedi Kanjuruhan, Arema FC mencoba bangkit kembali. Arema FC banyak menggelar pertemuan dengan berbagai kalangan paska Tragedi Kanjuruhan. Utamanya, demi memulihkan mentalitas tim paska Tragedi Kanjuruhan.

Terbaru, manajemen Arema FC menggelar pertemuan secara online dengan banyak tokoh sepakbola nasional. Salah satu yang hadir adalah Ratu Tisha, mantan Sekjen PSSI. Kini, Ratu Tisha menjadi Wakil Presiden AFF.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, mengklaim manajemen Arema FC terus berkomunikasi dengan banyak pihak. Utamanya demi memulai recovery paska Tragedi Kanjuruhan.

“Ya, komunikasi dengan tokoh-tokoh sepak bola memang sudah kita lakukan. Salah satunya adalah dengan Ratu Tisha. Banyak saran dan masukan yang kita dapatkan dari beliau. Intinya bagaimana Arema FC harus memulai recovery sehingga ada target jangka panjang dan jangka pendek harus dicapai,” ungkap Tatang Dwi Arifianto, dikutip Bolazola dari laman resmi Arema FC.

Dalam pertemuan tadi, ada beberapa studi soal kejadian serupa di beberapa negara lainnya. Ini menjadi pembelajaran bagi Arema FC untuk segera pulih.

“Ada studi dan contoh bagaimana suatu insiden atau tragedi bisa mengubah langkah suatu klub kedepan, bahkan mengubah perkembangan sepak bola suatu negara. Salah satunya adalah tragedi Hillsborough, bagaimana insiden itu membawa gerakan hingga saat ini mengenai perbaikan-perbaikan klub dan sepak bola secara meluas,” tambah Tatang Dwi Arifianto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here