Gerard Pique Pensiun Sebagai Pesepakbola: ‘Saya Akan Kembali’

0
13
Gerard Pique.
Gerard Pique pensiun sebagai pesepakbola.

Bolazola – Gerard Pique mengumumkan bahwa dia akan pensiun dan bahwa pertandingan melawan Almería di Camp Nou menjadi yang terakhir baginya.

Pemain asal Spanyol berusia 35 tahun, yang memenangkan Piala Dunia 2010 dan Liga Champions pada tiga kesempatan bersama Barcelona, memposting pesan di akun media sosialnya.

“Ini adalah momen untuk mengakhiri tahap hidup saya. Saya selalu mengatakan bahwa setelah Barcelona tidak akan ada klub lain, dan itulah yang akan terjadi,” ungkap Gerard Pique.

Pique telah memainkan 616 pertandingan untuk Barcelona, mencetak 52 gol. Selain tiga Liga Champions, ia membantu Barcelona memenangkan delapan gelar La Liga Spanyol dan tujuh mahkota Copa del Rey.

“Saya akan menjadi fans tetap. Saya akan mendukung tim. Saya akan mewariskan cinta saya untuk Barca kepada anak-anak saya, seperti yang dilakukan keluarga saya kepada saya. Dan Anda mengenal saya, cepat atau lambat, saya akan kembali,” lanjut Gerard Pique.

Ada rumor bahwa dia mungkin meluncurkan tawaran untuk menjadi presiden Barcelona di masa depan, setelah mengambil peran aktif dalam membantu finansial klub tahun lalu, termasuk pemotongan gaji secara sukarela.

Pique, yang juga membantu Spanyol memenangkan Euro 2012 sebelum pensiun internasional pada 2018, kehilangan tempat di starting XI musim ini setelah Barcelona mendatangkan pemain baru termasuk Jules Kounde dan Marcos Alonso.

Gerard Pique datang melalui akademi Barcelona, bermain bersama Lionel Messi saat remaja, sebelum pergi ke Manchester United. Dia kembali ke Barcelona pada tahun 2008 di bawah asuhan Pep Guardiola dan langsung berkembang sebagai bek yang terampil berkat kecerdasan, keterampilan passing dan juga kepemimpinannya.

Dia langsung menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia sebagai bagian dari tim Barcelona yang luar biasa, yang berporos pada kualitas Lionel Messi.

Gerard Pique menonjol dari pemain lain karena minatnya pada usaha bisnis di luar lapangan. Ia sukses merombak kompetisi tenis Davis Cup, sekaligus membuat kesepakatan kontroversial dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terkait penyelenggaraan kompetisi Supercopa de Espana di Arab Saudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here