Ban Kapten ‘OneLove’ Dilarang, Federasi Sepak Bola Jerman Ambil Sikap Hukum?

0
7
Ban kapten OneLove.
Ban kapten OneLove.

Bolazola – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengatakan pihaknya merencanakan langkah hukum terhadap FIFA atas pelarangan ban kapten pelangi ‘OneLove’ di Piala Dunia 2022 karena menghadapi keputusan memalukan oleh salah satu jaringan supermarket terbesar di negara itu untuk memutuskan hubungan komersialnya atas perselisihan tersebut.

DFB menolak untuk membiarkan pemain di Qatar memakai ban lengan mempromosikan keragaman dan inklusi setelah ancaman dari badan sepak bola dunia untuk mengeluarkan kartu kuning kepada kapten tim, tetapi menghadapi reaksi langsung, termasuk dari jaringan supermarket REWE, yang menjadi sponsor pertama yang mengambil tindakan langsung karena kabarnya akan menghentikan kampanye iklannya sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut.

Juru bicara DFB, Stefan Simon, mengonfirmasi kepada media Bild bahwa mereka telah mengajukan kasus atas validitas hukum keputusan tersebut di pengadilan olahraga internasional, CAS, di Lausanne.

“FIFA melarang kami menggunakan simbol keragaman dan hak asasi manusia. Dikatakan larangan itu akan dikaitkan dengan hukuman besar-besaran (dalam sifat) sanksi olahraga tanpa mengkonkretkan apa artinya. DFB sangat ingin mengklarifikasi apakah prosedur FIFA sebenarnya sah,” kata perwakilan DFB tersebut.

Stefan Simon mengatakan DFB berharap untuk membatalkan larangan tersebut pada saat pertandingan kedua Jerman melawan Spanyol pada hari Minggu, menetapkan kembali hak kaptennya Manuel Neuer untuk memakai simbol ‘OneLove’ tanpa menghadapi hukuman.

REWE dalam sebuah pernyataan sebelum DFB mengumumkan tindakan hukumnya mengatakan ingin menjauhkan diri dari posisi yang diambil oleh FIFA dan pernyataan yang dibuat oleh presidennya, Gianni Infantino, pada akhir pekan di mana dia menuduh negara-negara Barat “munafik” dalam laporan tentang catatan hak asasi manusia Qatar.

Linoel Souque, kepala eksekutif jaringan ritel yang berbasis di Cologne, mengatakan perusahaan tidak dapat menerima sikap FIFA.

“Kami mendukung keragaman dan sepak bola adalah keragaman. Perilaku skandal FIFA bagi saya sebagai CEO dari perusahaan yang beragam serta penggemar sepak bola benar-benar tidak dapat diterima,” katanya.

Keputusan DFB diambil setelah FIFA mengancam sanksi terhadap para negara peserta, termasuk mengeluarkan kartu kuning kepada pemain, jika tidak mematuhinya. Jerman, Inggris, Belanda, Belgia, Swiss, Wales dan Denmark membatalkan rencana mereka untuk mengizinkan kapten mereka mengenakan ban lengan ‘OneLove’.

Sementara presiden DFB, Bernd Neuendorf, berkata: “Menurut pendapat saya, ini adalah pertunjukan kekuatan oleh FIFA. Kami melihat ini lebih dari sekadar membuat frustrasi serta menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia.”

Dalam sebuah survei, lebih dari separuh warga Jerman mendukung boikot Piala Dunia, oleh penonton, sponsor dan politisi. Mayoritas mengatakan mereka tidak akan menonton pertandingan di televisi dan ada banyak kritik terhadap penyiar publik karena membayar sekitar 200 juta euro terkait hak siar untuk menayangkan turnamen tersebut. Banyak politisi yang dijadwalkan pergi ke Qatar namun kini tidak melakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here