Bolazola – Sejumlah legenda sepak bola telah melakukan beberapa transfer ‘aneh’ selama bertahun-tahun. Di era modern, bukan hal baru bagi pemain untuk berpindah klub.

Uang tentu menjadi raja dalam olahraga ini dan dapat melihat pemain mendarat di tim apa pun dengan anggaran yang cukup besar. Namun, beberapa transfer lebih tidak terduga daripada yang lain. Berita utama terbaru adalah kepindahan Cristiano Ronaldo ke Al-Nassr.

Selain itu, seiring bertambahnya usia pemain, mereka juga cenderung berkarir di klub yang lebih kecil jelang masa pensiun. Dan berikut adalah 4 legenda sepak bola yang pensiun di klub yang ‘tak terduga’.

JOHAN CRUYFF (FEYENOORD)

Ketika memikirkan legenda sepak bola, Johan Cruyff pasti terlintas di benak setiap orang. Tidak hanya karena dia pemain yang benar-benar luar biasa di lapangan, tetapi dia juga menjadi berita utama di pasar transfer.

Selama karir di klub, dia mencetak lebih dari 400 gol dan memenangkan banyak penghargaan individu, termasuk Ballon d’Or tiga kali (1971, 1973 dan 1974).

Legenda memiliki sesuatu untuk ditandatangani untuk klub yang tidak terduga. Dalam kepindahan terakhirnya, ia menimbulkan kehebohan dengan bergabung dengan rival Ajax, Feyenoord, pada tahun 1983, sebagai bentuk balas dendam karena tidak memperpanjang kontraknya.

Dia bermain selama satu musim di Feyenoord, dan selama berada di sana, dia membuat 25 penampilan dan mencetak enam gol. Legenda Belanda itu membantu tim memenangkan KNVB Beker dalam pertandingan profesional terakhirnya.

PEP GUARDIOLA (DORADOS)

Keputusan Pep Guardiola untuk bergabung dengan Dorados de Sinaloa, tim yang kurang dikenal di Meksiko pada usia 35 tahun, terbilang mengejutkan. Sinaloa, wilayah yang lebih dikenal dengan tim bisbol dan aktivitas kartelnya yang terkenal kejam, adalah tujuan transfer tak terduga bagi Guardiola.

Sayangnya, waktunya bersama Dorados terpotong karena cedera. Secara keseluruhan, dia hanya memainkan 10 pertandingan untuk Dorados, mencetak satu gol. Selama berada di Sinaloa, Guardiola mulai menggeluti dunia kepelatihan, sebuah jalan yang akan membawanya menjadi salah satu pelatih terhebat saat ini.

ALESSANDRO DEL PIERO (DELHI DYNAMOS)

Setelah memenangkan Serie A pada tahun 2011, Del Piero ditawari kehormatan langka karena nomor punggungnya dapat dipensiunkan oleh Juventus.

Sang legenda bermain selama 19 tahun, mencetak 290 gol dalam 705 penampilan. Namun, Del Piero memilih tetap bermain dan membawa bakatnya ke Australia, bergabung dengan Sydney FC pada 2012.

Pada tahun 2014, Delhi Dynamos membuat pernyataan dengan mengontrak Del Piero sebagai pemain-pelatih. Dia hanya membuat delapan penampilan untuk tim dan mencetak empat gol, setelah itu dia pensiun dari sepak bola profesional.

PELE (NEW YORK COSMOS)

Mendiang Pele secara luas dianggap sebagai pesepakbola terbaik sepanjang masa. Selama karirnya, dia memenangkan tiga Piala Dunia, mencetak lebih dari 1.000 gol, dan menerima banyak penghargaan untuk penampilannya.

Dia menghabiskan sebagian besar karirnya bermain untuk klub Brasil Santos. Ketika Pele pensiun dari sepak bola profesional, penggemar di seluruh dunia mengira mereka telah melihat jejak legenda Brasil yang terakhir di lapangan.

Hal tak terduga terjadi ketika New York Cosmos berhasil meyakinkan sang legenda untuk keluar dari masa pensiunnya untuk satu kesempatan terakhir di usia 35 tahun.

Selama 2,5 tahun berikutnya, dia menggetarkan penonton Amerika dengan keahliannya yang luar biasa dan memicu kecintaan yang luas terhadap olahraga sepak bola.

Dalam pertandingan pensiunnya, Pele sekali lagi membuktikan kehebatannya dengan mencetak gol lewat tendangan bebas dari jarak 30 yard. Ini memastikan status sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah menghiasi sepak bola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here