Bolazola – Mantan striker timnas Kamerun dan Barcelona Samuel Eto’o telah meminta maaf atas apa yang dia gambarkan sebagai ‘pertengkaran hebat’ di Piala Dunia 2022 pada Senin malam (5/12/2022).

Sebuah video di media sosial menunjukkan pria 41 tahun itu memukul seorang pria dengan lutut kanannya di luar Stadium 974 di Doha.

Dalam sebuah pernyataan, Eto’o yang menjadi Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun, mengatakan dia diprovokasi oleh seorang penggemar yang ‘mungkin’ adalah fans Aljazair sebagai bagian dari kampanye pelecehan setelah kemenangan kualifikasi Kamerun melawan Aljazair pada bulan Maret.

“Setelah pertandingan Brasil-Korea Selatan, saya bertengkar hebat dengan seseorang yang kemungkinan adalah suporter Aljazair,” tulis Eto’o di media sosial.

“Saya ingin meminta maaf karena kehilangan kesabaran dan bereaksi dengan cara yang tidak sesuai dengan kepribadian saya. Saya meminta maaf kepada publik atas insiden yang tidak menguntungkan ini,” tambahnya.

Video tersebut awalnya memperlihatkan Eto’o berpose untuk berfoto dengan seorang fans di luar stadion, yang menggelar pertandingan babak 16 besar antara Brasil dan Korea Selatan pada Senin.

Dia kemudian bereaksi terhadap komentar seorang pria yang memegang kamera. Eto’o awalnya ditahan oleh orang-orang di rombongannya, tetapi dia kemudian melepaskan diri dan memukul pria itu hingga jatuh.

Pria yang dimaksud mengunggah video di YouTube yang mengatakan bahwa dialah orang yang diserang, dan bahwa dia berada di kantor polisi Qatar untuk mengajukan pengaduan terhadap Eto’o.

Dia mengatakan bahwa Eto’o berlaku kasar setelah Mamouni bertanya kepadanya apakah dia telah menyuap wasit Gambia Bakary Gassama dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang kontroversial antara Kamerun dan Aljazair pada bulan Maret.

Dalam pertandingan itu, Kamerun menang 2-1 di saat-saat terakhir dan lolos ke Piala Dunia 2022 dengan keunggulan gol tandang.

Federasi Sepak Bola Aljazair mengajukan keluhan kepada FIFA menuntut pertandingan ulang karena apa yang dianggap sebagai kesalahan wasit oleh Gassama. Namun FIFA menolak keluhan tersebut.

Keluhan pihak timnas Aljazair terbawa ke konferensi pers pertama tim Kamerun di Qatar, sehari sebelum menghadapi Swiss. Pertanyaan reporter Aljazair kepada pelatih Kamerun, Rigobert Song, tentang ‘membeli kualifikasi’ tidak dijawab.

Eto’o dalam sebuah pernyataan: “Saya berjanji untuk terus melawan provokasi tanpa henti dan pelecehan setiap hari dari beberapa suporter Aljazair. Memang, sejak pertandingan Kamerun-Aljazair pada 29 Maret di Blida, saya menjadi sasaran hinaan dan tuduhan kecurangan tanpa bukti.”

“Selama Piala Dunia ini, suporter Kamerun telah dilecehkan dan diganggu oleh warga Aljazair dengan topik yang sama. Saya ingin menyebutkan bahwa skenario kekalahan Aljazair itu kejam tetapi sangat sejalan dengan aturan dan etika olahraga kita,” sambungnya.

“Semua banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Aljazair ke yurisdiksi yang kompeten telah ditolak. Oleh karena itu saya meminta otoritas dan Federasi Sepak Bola Aljazair untuk mengambil tanggung jawab mereka untuk mengakhiri iklim yang tidak sehat ini sebelum tragedi yang lebih serius terjadi,” tandasnya kemudian.

“Kepada para penggemar Fennecs, saya berharap mereka menemukan kedamaian dan berhasil mengatasi kekecewaan atas kekalahan yang menyakitkan, yang kini telah kita lewati,” pungkas mantan pemenang Liga Champions itu.

Samuel Eto’o telah menjadi duta global untuk panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 di Qatar sejak 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here