Spalletti Kritik Permainan Juventus Terlalu Lambat
BOLAZOLA – Pelatih Juventus Luciano Spalletti memperingatkan skuatnya untuk tetap waspada setelah bermain imbang tanpa gol melawan AC Milan. Meski mendominasi laga, Juventus gagal memanfaatkan peluang untuk menggeser Milan dari posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Hasil imbang ini membuat persaingan memperebutkan tiket Liga Champions semakin sengit di empat pekan terakhir musim kompetisi. Posisi Juventus kini terancam oleh Como dan Roma yang terus membayangi dengan selisih hanya tiga poin saja.
Juventus sebenarnya sempat mencetak gol melalui Khephren Thuram, namun dianulir wasit karena sang pemain berada dalam posisi offside. Sebaliknya, Milan hampir mencuri keunggulan lewat tendangan Alexis Saelemaekers yang membentur mistar gawang di babak pertama.
Spalletti Menilai Juventus Terlalu Lambat
Spalletti menilai permainan anak asuhnya terlalu lambat dan mudah diprediksi sehingga sulit menembus pertahanan rapat yang digalang pemain Milan. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus karena Milan sangat berbahaya saat melakukan serangan balik cepat secara tiba-tiba.
“Anda harus waspada dengan Milan, karena saat merasa memegang kendali penuh, mereka tiba-tiba menyerang balik dengan tiga atau empat pemain. Bahayanya adalah ketika Anda mulai merasa nyaman menghadapi mereka,” ujar Spalletti dikutip dari Football Italia.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Serie A Pekan ke-34: Napoli Pesta Gol, Inter Milan Ditahan Torino
Ia pun memberikan perhatian khusus pada performa Jonathan David yang dinilai bekerja keras meski sering terisolasi di lini depan. David dianggap sangat dinamis dalam melakukan tekanan kepada lawan, namun memerlukan dukungan lebih banyak dari rekan setimnya.
“Jika tidak banyak kontak fisik, dia bisa keluar dari duel dengan kualitas teknik, namun jika ditekan secara fisik, dia lebih kesulitan. Dia berlari sangat banyak dan memberikan hasil melalui tekanan konstan,” tambah sang pelatih.
Persiapan Menghadapi Empat Laga Penentu
Dusan Vlahovic dan Kenan Yildiz terpaksa baru dimasukkan di menit-menit akhir pertandingan karena kondisi kebugaran yang belum pulih seratus persen. Kehadiran mereka diharapkan mampu menambah daya dobrak tim di pertandingan sisa guna mengamankan poin maksimal.
Pihak klub kini fokus memperbaiki koordinasi antar lini agar aliran bola bisa berjalan lebih cepat dan efektif ke area penalti lawan. Kreativitas di sepertiga akhir lapangan menjadi evaluasi utama Spalletti untuk menghadapi pertahanan lawan yang cenderung bermain sangat dalam.
Kedisiplinan pertahanan menjadi modal berharga bagi Juventus untuk tetap menjaga asa berlaga di kompetisi elit Eropa musim depan. Staf medis bekerja keras memastikan para pemain kunci segera kembali ke kondisi puncak menjelang jadwal pertandingan yang semakin krusial.
Baca Juga: Tekad Bremer untuk Juventus Akhiri Tren Tanpa Gelar Selama 6 Tahun



