PSSI Kecam Kericuhan Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Terancam Sanksi FIFA?
BOLAZOLA – Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusuhan yang pecah usai laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyayangkan insiden di Stadion Lukas Enembe tersebut.
Yunus Nusi menyebut kericuhan yang terjadi telah mencederai sportivitas di tengah upaya perbaikan citra sepak bola nasional. Kericuhan ini sendiri dipicu oleh kekalahan tipis 0-1 Mutiara Hitam yang berujung pada kegagalan mereka promosi ke kasta tertinggi.
Emosi suporter yang tak terbendung mengakibatkan aksi perusakan fasilitas stadion, mulai dari kursi pemain hingga perangkat monitor VAR yang berada di pinggir lapangan. PSSI menekankan bahwa tindakan anarkis ini sangat kontradiktif dengan karakter masyarakat Papua yang selama ini dikenal sangat cinta sepak bola.
Pengawasan Ketat FIFA dan Risiko Sanksi Berat Akibat Aksi Anarkis
Yunus Nusi mengingatkan bahwa saat ini sepak bola Indonesia masih berada dalam pantauan ketat FIFA sebagai dampak dari tragedi besar di masa lalu. Insiden di Jayapura dikhawatirkan akan memberikan preseden buruk bagi transformasi sepak bola nasional yang sedang diperjuangkan.
“Ini tentu menggores perjalanan sepak bola kita, karena kita juga tahu hingga saat ini sepak bola kita masih dimonitor oleh FIFA. PSSI berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ucap Yunus dikutip dari Antaranews.
Baca Juga: Suporter Ricuh di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Gagal Promosi
Oknum suporter yang merangsek masuk ke lapangan memicu bentrokan dengan petugas keamanan hingga penggunaan gas air mata tidak terhindarkan. PSSI merasa terpukul karena kerusuhan terjadi di saat federasi sedang berupaya membangun standar keamanan stadion yang lebih profesional dan ramah.
“PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura. Tentu kita prihatin dengan keributan ini. Karena kecintaan besar suporter Persipura terhadap sepak bola seharusnya ditunjukkan dengan cara yang positif,” tegasnya.
PSSI Evaluasi Prosedur Keamanan dan Nasib Kompetisi Musim Depan
Evaluasi menyeluruh terhadap panitia pelaksana pertandingan akan segera dilakukan untuk melihat celah keamanan yang membuat suporter bisa turun ke lapangan. PSSI berharap seluruh elemen pendukung bisa lebih dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan agar tidak mengganggu proses kebangkitan sepak bola tanah air.
Insiden pembakaran kendaraan dan pelemparan terhadap petugas keamanan menjadi catatan merah yang akan diproses melalui jalur hukum. Kerusakan fasilitas vital seperti VAR juga menjadi kerugian materiil yang signifikan bagi penyelenggara kompetisi nasional musim ini.
Manajemen Persipura diharapkan mampu berkomunikasi lebih intens dengan basis suporter mereka guna meredam tensi tinggi. Stabilitas keamanan di Papua menjadi prioritas utama agar kegiatan olahraga lainnya tidak terganggu oleh dampak kericuhan di Stadion Lukas Enembe.
Baca Juga: Hitung-hitungan Timnas Indonesia U-17 Segel Tiket Piala Dunia U-17 2026



