Suporter Ricuh di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Gagal Promosi
BOLAZOLA – Kericuhan hebat pecah di Stadion Lukas Enembe setelah Persipura Jayapura dipastikan gagal melaju ke Super League akibat kalah 0-1 dari Adhyaksa FC, Jumat (08/05). Gol tunggal Adilson Silva di akhir babak pertama menjadi pemicu kemarahan suporter yang kecewa melihat tim kesayangan gagal promosi.
Aksi anarkis dimulai dengan pembakaran flare di tribun sebelum massa merangsek masuk ke lapangan. Kerusuhan ini memaksa pemain kedua tim dievakuasi di bawah perlindungan ketat polisi.
Akibatnya, fasilitas stadion seperti bench pemain hancur dan pintu keluar menjadi sasaran pelemparan massa yang tak terkendali. Pihak manajemen Persipura belum bisa memberikan pernyataan resmi karena situasi di lokasi yang masih sangat tegang dan kacau.
Kerusakan Kendaraan Operasional dan Penegakan Hukum Pasca-Insiden
Puncak kericuhan ditandai dengan pembakaran satu unit ambulans milik Brimob serta sejumlah mobil penonton yang terparkir di area depan stadion. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa prioritas utama aparat saat ini adalah menstabilkan situasi keamanan.
“Ya kan situasi di mana-mana, kalau lagi chaos, kita mengutamakan keselamatan masyarakat umum dulu,” ucap Kombes Cahyo terkait penanganan massa di lokasi kejadian.
Baca Juga: Hitung-hitungan Timnas Indonesia U-17 Segel Tiket Piala Dunia U-17 2026
Selain perusakan fisik, pihak kepolisian juga menyoroti adanya oknum suporter yang mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah situasi sedang kacau. Kepolisian menegaskan akan mendalami semua bukti rekaman video untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku.
“(Soal bendera) pasti nanti kita pelajari, termasuk penegakan hukum terutama yang terjadi perusakan dan lain sebagainya,” tuturnya.
AKBP Dionisius yang memimpin pengamanan di lapangan mengonfirmasi bahwa massa terbagi di dua sisi stadion dan terus dihimbau agar berhenti. Hingga malam hari, aparat masih bertahan di pintu stadion guna mencegah eskalasi kekerasan yang dilakukan oleh massa yang emosional.
Dampak Kegagalan Persipura dan Ancaman Sanksi Berat Komdis
Hasil pahit ini memastikan Persipura Jayapura tetap bertahan di Liga 2 musim depan, sementara Adhyaksa FC sukses meraih tiket promosi ke kasta tertinggi. Ketidakmampuan lini depan Mutiara Hitam mengonversi peluang emas menjadi gol harus dibayar mahal dengan kerugian materiil dan moril yang sangat besar.
Insiden pembakaran dan kericuhan masif ini diprediksi akan memicu sanksi berat dari Komite Disiplin, termasuk kemungkinan larangan bermain dengan penonton musim depan. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi upaya kebangkitan Persipura yang tengah berjuang mengembalikan kejayaan klub di level nasional.
Kini, Persipura harus kembali menata ulang kekuatan tim dan memulihkan kondisi mental skuat pasca-insiden memilukan di kandang sendiri. Fokus utama manajemen adalah menyelesaikan masalah keamanan dan mempersiapkan strategi baru untuk menyongsong kompetisi musim depan.
Baca Juga: Pidato Haru John Herdman: Janji Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030



