Pep Guardiola Jelaskan Alasan Tinggalkan Manchester City di Musim Panas
BOLAZOLA – Era keemasan Pep Guardiola bersama Manchester City resmi berakhir setelah sang manajer memutuskan untuk menyudahi masa pengabdiannya. Pelatih asal Spanyol ini memilih meninggalkan Etihad Stadium pada musim panas mendatang demi menutup kiprah satu dekade yang sarat akan trofi.
Ia mengumumkan keputusan mengejutkan untuk mundur dari kursi kepelatihan The Citizens dalam sesi konferensi pers jelang laga terakhir Liga Inggris. Langkah ini terbilang tak terduga mengingat kontraknya bersama raksasa Manchester tersebut sejatinya baru akan kedaluwarsa pada Juni 2027.
Keputusan mengakhiri kerja sama lebih cepat ini diambil Guardiola setelah merasa berbagai alasan untuk mundur di musim panas 2026. Manajemen klub dilaporkan sangat menghormati keputusan sang manajer dan langsung bersiap mencari sosok suksesor yang sepadan.
Guardiola Tegaskan Man City Butuh Manajer Baru
Juru taktik berusia 55 tahun tersebut menjelaskan bahwa keputusan besar ini tidak diambil secara mendadak dalam waktu satu malam. Tantangan berat menghadapi atmosfer laga-laga besar di kompetisi domestik maupun Eropa diakui telah menguras energi fisiknya.
“Ini sudah waktunya. Bukan seperti Anda pergi tidur suatu hari lalu keesokan harinya berkata ‘sekarang saatnya’. Ini adalah sebuah proses, saya sudah merasakannya sejak lama. Klub menghormati, menghormati keputusanku. Klub harusnya siap, saya harus menjalani hidup dan lihat apa yang terjadi,” jelas Guardiola saat konferensi pers, Jumat (22/05).
Baca Juga: Guardiola Dilaporkan Terbuka untuk Kursi Pelatih Timnas Italia
Guardiola menilai bahwa skuat bertabur bintang yang dimiliki oleh The Citizens saat ini membutuhkan sentuhan nakhoda baru. Ia ingin memberikan kesempatan bagi klub untuk memulai lembaran sejarah baru yang lebih segar bersama figur pemimpin yang berbeda.
“Klub membutuhkan manajer baru, energi baru, dengan para pemain luar biasa yang kami miliki saat ini. Dan ini saatnya untuk mulai menulis sebuah babak baru,” tekannya.
10 Tahun, 20 Trofi, 6 Gelar Juara Liga Inggris
Pria kelahiran Santpedor ini menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi perjuangan Erling Haaland dkk hingga kompetisi musim ini tuntas. Momentum pengumuman ini sengaja dipilih agar dirinya bisa menyampaikan salam perpisahan yang layak dan emosional kepada seluruh fans klub.
Sejak pertama kali mendarat di Manchester pada musim panas 2016 silam, Guardiola berhasil mengubah peta kekuatan sepak bola Inggris dan Eropa secara drastis. Sentuhan magis taktiknya sukses menyulap Man City menjelma menjadi salah satu kekuatan paling dominan yang sangat ditakuti.
Sepanjang 10 musim masa baktinya yang luar biasa, Guardiola tercatat telah mempersembahkan total 20 trofi bergengsi ke lemari juara Etihad Stadium. Enam di antaranya merupakan gelar supremasi tertinggi Liga Inggris yang diraih lewat dominasi permainan yang sangat konsisten.
Baca Juga: Pep Guardiola Sindir Jadwal Padat Manchester City Jelang Fase Krusial



