Pep Guardiola Sindir Jadwal Padat Manchester City Jelang Fase Krusial
BOLAZOLA – Manajer Manchester City Pep Guardiola melontarkan sindiran halus kepada pihak Liga Inggris terkait jadwal pertandingan timnya yang sangat padat di penghujung musim.
City harus menjalani empat laga penentu dalam kurun waktu 12 hari, termasuk partai final Piala FA melawan Chelsea yang terjepit di tengah perburuan gelar juara. Pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa jadwal padat ini merupakan konsekuensi logis dari keberhasilan timnya di berbagai kompetisi bergengsi.
Meskipun merasa terbebani, ia menegaskan bahwa skuat The Citizens siap menerima tantangan tersebut. Persaingan gelar juara kini memasuki tahap paling menuntut dengan City yang harus menjamu Crystal Palace, Kamis (14/05) sebelum terbang ke Wembley, Sabtu (16/05).
Konsekuensi Kesuksesan dan Ironi Jadwal Padat di Mata Guardiola
Pep Guardiola menggunakan nada sarkasme saat membahas kebijakan penjadwalan ulang pertandingan yang ditetapkan oleh otoritas liga musim ini. Ia merasa bahwa kesuksesan melaju jauh di domestik maupun Eropa seharusnya tidak menjadi beban tambahan yang merugikan kesiapan fisik timnya.
“Kami tidak memikirkan ‘kemurahan hati’ Premier League. Seperti biasa, mereka sangat baik dalam menyusun jadwal ini! Namun beginilah adanya, kami menerima saja situasi tersebut,” sindir Guardiola, dikutip dari Sky Sports.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Liga Inggris Pekan ke-36: Man City Perkasa, Arsenal Taklukkan West Ham
Baginya, jadwal yang sangat padat ini adalah bukti bahwa Man City masih menjadi salah satu tim terkuat yang bertarung di semua lini hingga akhir. Ia lebih memilih menghadapi risiko kelelahan pemain daripada harus tersingkir lebih awal dari kompetisi bergengsi.
“Saya selalu mengatakan, jika Anda tidak bermain di final Piala FA, Anda tidak akan memiliki jadwal seperti ini. Jadi karena kami berada di final, kami mendapatkan jadwal ini dan itu adalah dinamika yang luar biasa,” jelasnya.
Strategi Rotasi Pemain dan Antusiasme Menghadapi Akhir Musim
Guardiola bahkan mengenang momen saat timnya meraih treble di mana mereka harus tetap kompetitif di tengah jadwal yang jauh lebih gila. Pengalaman tersebut menjadi modal mental bagi skuat City untuk tetap tenang menghadapi tekanan jadwal yang seolah tidak menyisakan ruang napas ini.
Guardiola pun menginstruksikan anak asuhnya untuk memandang kepadatan jadwal ini sebagai motivasi tambahan untuk mencatat sejarah baru bagi klub. Dukungan penuh dari suporter setia di Etihad Stadium diharapkan mampu menjadi energi tambahan saat mereka menjamu lawan-lawan tangguh di liga.
Sinergi antara kecerdasan taktik pelatih dalam melakukan rotasi dan determinasi pemain akan menjadi kunci sukses City melewati periode krusial ini. Pertandingan melawan Bournemouth dan Aston Villa akan menjadi dua laga terakhir yang menentukan gelar juara Liga Inggris bagi mereka.
Baca Juga: Guardiola Dilaporkan Terbuka untuk Kursi Pelatih Timnas Italia



