LeBron Bikin Sejarah Lagi! Rela Potong Gaji 93 Persen Demi Gabung Sixers
LeBron James kembali menjadi sorotan pada bursa transfer NBA musim panas ini. Bukan hanya karena memutuskan bergabung dengan Philadelphia 76ers, tetapi juga karena kesediaannya menerima pemotongan gaji yang sangat besar.
Bintang berusia 41 tahun itu menyetujui kontrak berdurasi dua tahun senilai 8 juta dolar AS bersama Sixers. Nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan gaji yang diterimanya saat masih membela Los Angeles Lakers.
Keputusan itu membuat LeBron mencatatkan salah satu rekor paling unik dalam kariernya, yakni sebagai pemain yang menerima pemotongan gaji terbesar dalam sejarah NBA.
Potong Gaji Hampir 93 Persen
Pada musim lalu, LeBron menerima gaji sekitar 52,63 juta dolar AS bersama Lakers. Sementara untuk musim 2026-2027, ia hanya akan memperoleh sekitar 3,88 juta dolar AS.
Artinya, pendapatan LeBron turun hampir 93 persen dibanding musim sebelumnya. Angka tersebut menjadi penurunan gaji terbesar yang pernah dialami seorang pemain NBA.
Dengan nilai kontrak barunya, LeBron bahkan berada di luar jajaran pemain bergaji tinggi di liga.
Gajinya Kalah Jauh dari Para Bintang
Musim depan, Stephen Curry masih menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di NBA setelah menerima sekitar 62,5 juta dolar AS.
Di Philadelphia 76ers sendiri, Jaylen Brown dan Joel Embiid juga akan memperoleh gaji yang jauh lebih besar dibanding LeBron.
Bahkan, beberapa pemain muda dan rookie memiliki nilai kontrak yang lebih tinggi daripada sang megabintang. Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengubah keputusan LeBron untuk bergabung dengan Sixers.
Fokus Mengejar Gelar Juara
LeBron disebut lebih mengutamakan peluang meraih gelar NBA dibanding mengejar pendapatan yang lebih besar. Sixers sendiri telah membangun skuad yang dipenuhi pemain bintang sehingga ruang gaji mereka sangat terbatas.
Situasi tersebut membuat Philadelphia hanya mampu menawarkan kontrak minimum veteran kepada LeBron. Meski begitu, sang legenda tetap menerima tawaran tersebut demi memperbesar peluang meraih cincin juara kelima sepanjang kariernya.
Keputusan itu juga dinilai menunjukkan bahwa ambisi LeBron untuk terus bersaing di level tertinggi masih sangat besar.
Karier Gemilang Jadi Modal Utama
Selama lebih dari dua dekade berkarier di NBA, LeBron telah mengumpulkan pendapatan lebih dari 580 juta dolar AS hanya dari kontrak bermain. Di luar lapangan, ia juga memperoleh pemasukan besar dari berbagai kerja sama bisnis dan kontrak iklan.
Karena alasan itu, penurunan gaji bukan lagi menjadi persoalan utama bagi LeBron. Ia lebih memilih bergabung dengan tim yang dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi juara.
Kini, semua mata tertuju pada perjalanan LeBron bersama Philadelphia 76ers. Menarik untuk melihat apakah keputusan menerima pemotongan gaji terbesar dalam sejarah NBA akan berakhir manis dengan tambahan satu cincin juara di penghujung kariernya.



