BERITA BOLAPIALA DUNIA

Ketua Federasi Sepak Bola Iran Dilarang Masuk ke Kanada untuk Pertemuan FIFA

BOLAZOLA – Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj ditolak masuk ke Kanada saat tiba untuk menghadiri Kongres FIFA di Vancouver. Pejabat imigrasi di bandara Toronto memulangkan Taj karena keterkaitannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Kanada secara resmi menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris sejak Juni 2024 sehingga anggotanya dilarang masuk ke negara tersebut. Kejadian ini menambah daftar hambatan Taj setelah sebelumnya gagal mendapatkan visa Amerika Serikat untuk pengundian Piala Dunia.

Meski dilarang masuk, posisi mereka di turnamen mendatang tetap mendapatkan pembelaan kuat dari otoritas tertinggi sepak bola dunia. Langkah tegas Kanada ini menjadi sorotan tajam di tengah persiapan turnamen besar yang akan berlangsung di Amerika Utara.

Kedekatan Infantino dengan Mehdi Taj dan Polemik Keikutsertaan Iran

Presiden FIFA Gianni Infantino memiliki hubungan kerja yang sangat erat dengan Mehdi Taj meskipun rezim Iran melarang perempuan menonton pertandingan bola. Infantino baru-baru ini lebih memilih menonton laga persahabatan Iran dibandingkan menghadiri pertandingan play-off Piala Dunia yang lebih bergengsi.

“Infantino secara konsisten menegaskan bahwa Iran akan bermain di Piala Dunia musim panas ini meskipun negara tersebut sedang berperang dengan tuan rumah utama turnamen tersebut,” bunyi laporan dari Sky Sports

Baca Juga: Utusan Donald Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026

Sikap FIFA ini dinilai kontroversial mengingat situasi geopolitik yang memanas antara Iran dan negara-negara penyelenggara kejuaraan. Federasi internasional tersebut bersikeras bahwa olahraga harus tetap berjalan terlepas dari konflik politik yang sedang terjadi antarnegara.

Langkah Taj yang terus berusaha hadir dalam pertemuan internasional menunjukkan ambisi negaranya untuk tetap diakui dalam peta sepak bola global. Namun, penolakan imigrasi Kanada membuktikan bahwa hambatan politik masih menjadi ganjalan besar bagi negara tersebut.

Laga Grup G di Amerika Serikat dan Sentimen Konflik Dua Negara

Iran telah dijadwalkan masuk ke dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru untuk turnamen musim panas ini. Seluruh pertandingan mereka akan digelar di wilayah pantai barat Amerika Serikat yang merupakan pusat pemukiman warga keturunan Iran.

Wilayah tersebut dihuni sekitar satu juta warga Iran-Amerika yang mayoritas menentang keras rezim teokrasi yang berkuasa di negaranya. Kehadiran Tim Melli diprediksi akan memicu dinamika sosial yang kuat di antara para penonton yang hadir di stadion.

Hingga saat ini, pihak FIFA belum memberikan komentar resmi terkait insiden penolakan masuknya ketua federasi tersebut. Publik sepak bola menanti dampak lebih lanjut dari ketegangan diplomatik ini terhadap partisipasi Iran di panggung dunia.

Baca Juga: De Laurentiis Kritik FIFA dan UEFA, Sebut Distribusi Uang Tidak Adil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *