FIFA Selidiki Aksi Kontroversial Pemain Argentina Bentangkan Spanduk ‘Las Malvinas son Argentinas’
BOLAZOLA – Argentina kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 usai aksi kontroversial sejumlah pemain yang membentangkan ‘Las Malvinas son Argentinas’. Insiden kontroversial itu terjadi saat selebrasi Lionel Messi dkk usai menyingkirkan Inggris di babak semifinal.
Bek Lisandro Martinez bersama Giovani Lo Celso terlihat membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina” saat merayakan kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di Atlanta.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris. FIFA pun mengonfirmasi telah membuka penyelidikan karena dugaan pelanggaran terhadap kode disiplin yang melarang pesan bermuatan politik di dalam stadion.
FIFA Buka Investigasi terhadap Argentina
Induk federasi sepak bola dunia itu pun menyatakan komite disiplin independennya sedang mempelajari laporan pertandingan sebelum menentukan langkah selanjutnya. Lebih lanjut, FIFA menegaskan setiap bentuk pesan politik dalam ajang resmi dapat dikenai sanksi.
Dalam aturan disiplin FIFA, stadion tidak boleh digunakan untuk menyampaikan pesan yang bersifat politik, ideologis, keagamaan, maupun yang dianggap menyinggung pihak tertentu. Jika terbukti melanggar, pemain maupun federasi dapat dikenai denda.
“Komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan yang relevan. Setelah itu, akan memutuskan langkah lebih lanjut berdasarkan Kode Disiplin FIFA,” bunyi pernyataan juru bicara FIFA.
Sementara itu, Lisandro Martinez yang kini membela Manchester United mengaku tidak menyesali aksinya. Bek berusia 28 tahun tersebut mengatakan ia hanya ingin memenuhi harapan masyarakat negaranya.
“Kami tidak boleh mengecewakan rakyat Argentina.”
Pemerintah Inggris Bereaksi, Messi dkk Terancam Sanksi
Pemerintah Inggris mendesak FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap insiden tersebut. Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle menyebut aksi para pemain Argentina sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip bahwa sepak bola harus bebas dari kepentingan politik.
Kasus ini bukan kali pertama melibatkan Argentina. Pada Piala Dunia 2014, Federasi Sepak Bola Argentina juga pernah didenda FIFA setelah para pemain membentangkan slogan yang sama dalam laga pemanasan sebelum turnamen dimulai.
Kini, Argentina tetap bersiap menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Di sisi lain, hasil investigasi FIFA masih dinantikan dan berpotensi membuat Federasi Sepak Bola Argentina maupun pemain yang terlibat menerima hukuman sesuai Kode Disiplin FIFA.



