Jude Bellingham dan Tuchel Disebut Sempat Bersitegang, Ini Penyebabnya!
BOLAZOLA – Jude Bellingham mengawali Piala Dunia 2026 dengan penampilan impresif bersama Timnas Inggris. Gelandang Real Madrid itu turut mencetak gol saat The Three Lions mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka Grup L.
Namun di balik performa apik tersebut, hubungan Bellingham dengan pelatih Thomas Tuchel kembali menjadi sorotan. Sebelumnya sempat muncul spekulasi mengenai hubungan yang tidak selalu berjalan mulus antara keduanya.
Mantan bek Timnas Inggris Danny Mills meyakini memang ada gesekan karakter antara Bellingham dan Tuchel. Meski demikian, Mills yang kini jadi pundit Goal.com, menilai situasi tersebut justru bisa membantu perkembangan sang pemain di masa depan.
Tuchel Disebut Ingin Tegaskan Siapa Bos di Timnas Inggris
Meski menjadi salah satu pemain terbaik Inggris saat ini, Mills menilai Tuchel sengaja mengirim pesan kepada seluruh skuad bahwa tidak ada pemain yang lebih besar daripada tim. Menurutnya, pelatih asal Jerman itu ingin menunjukkan otoritasnya sejak awal turnamen.
“Saya pikir jelas ada semacam benturan kepribadian di antara mereka. Itu sudah terjadi dalam beberapa kesempatan. Thomas Tuchel mencoba menunjukkan bahwa dialah bosnya dan dia yang memegang kendali,” kata Mills kepada Goal.com.
Baca Juga: Thomas Tuchel: Bellingham Harus Hormati Keputusan Saya!
Mills juga percaya bahwa Bellingham akan belajar banyak dari pengalaman tersebut. Ia menilai sang gelandang masih sangat muda dan masih memiliki ruang besar untuk berkembang, baik sebagai pemain maupun pribadi.
“Mungkin mereka sudah berbicara dan ini menjadi proses pembelajaran bagi semua pihak. Jude akan semakin matang seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Terkadang kita lupa bahwa dia masih sangat muda,” ujar Mills.
Bellingham Tetap Jadi Andalan Inggris
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, Bellingham tetap menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terpenting Inggris. Ia berhasil memenangkan persaingan dengan Morgan Rogers untuk mengisi posisi utama di lini tengah.
Gol ke gawang Kroasia juga menjadi bukti bahwa sang pemain masih menjadi sosok yang sulit tergantikan dalam skuad asuhan Tuchel. Kemampuannya melakukan penetrasi dari lini kedua menjadi salah satu senjata utama The Three Lions.
Inggris kini memimpin klasemen sementara Grup L setelah meraih kemenangan pada laga pertama. Tantangan berikutnya akan datang saat mereka menghadapi Ghana dalam pertandingan kedua fase grup.
Baca Juga: Harry Kane Bongkar Pidato Sakti Tuchel, Kunci Inggris Hajar Kroasia di Piala Dunia 2026



