40 Jam Perjalanan Setiap Laga, Iran Datang ke Piala Dunia dalam Kondisi Terburuk
BOLAZOLA – Timnas Iran kembali menunjukkan daya juangnya di Piala Dunia 2026. Team Melli sukses menahan Belgia dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup G meski harus menghadapi berbagai kendala di luar lapangan.
Hasil tersebut membuat Team Melli belum terkalahkan di turnamen ini setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Tambahan satu poin menjaga peluang mereka untuk lolos ke babak 32 besar tetap terbuka lebar.
Namun di balik hasil positif itu, pelatih Amir Ghalenoei justru melontarkan kritik keras. Ia mengungkapkan bahwa timnya harus menjalani persiapan yang jauh dari ideal sebelum tampil di Piala Dunia 2026.
Amir Ghalenoei Ungkap Beratnya Perjuangan Iran
Iran tampil disiplin saat menghadapi Belgia yang berstatus tim peringkat 10 dunia. Penampilan gemilang kiper Alireza Beiranvand menjadi salah satu faktor utama yang membuat mereka mampu mengamankan satu poin penting.
Setelah pertandingan, Ghalenoei mengungkap berbagai kesulitan yang dialami timnya dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai para pemain telah menunjukkan mental luar biasa di tengah situasi yang tidak menguntungkan.
“Enam bulan lalu kami berada dalam situasi perang dan liga kami dihentikan. Kami harus berada di jalan selama 40 jam untuk pergi ke negara lain dan bermain,” kata Ghalenoei seperti dikutip media Iran, ISNA.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga menyoroti masalah visa, gangguan perjalanan, hingga minimnya waktu persiapan yang harus dihadapi Iran sebelum bertanding di Piala Dunia.
“Kami datang ke Piala Dunia dalam kondisi terburuk yang mungkin terjadi dan saya ingin seluruh dunia mengetahuinya. Kami tiba di lokasi pertandingan dengan waktu kurang dari 16 jam sebelum kickoff. Apa yang dilakukan para pemain akan dikenang dalam sejarah,” ujarnya.
Baca Juga: Iran Merasa Dipersulit di Piala Dunia 2026, Mengaku Persiapan Tim Terganggu
Iran Jaga Asa Lolos ke Babak 32 Besar
Meski menghadapi banyak kendala, Iran tetap mampu bersaing dengan tim-tim unggulan. Saat menghadapi Belgia, mereka bahkan sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang nyaris menghasilkan gol kemenangan.
Alireza Beiranvand menjadi bintang lapangan setelah mencatat tujuh penyelamatan penting. Penampilan impresifnya membuat sang penjaga gawang terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Hasil imbang melawan Belgia membuat Iran mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Mereka kini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup G dan masih memiliki peluang besar untuk melaju ke fase gugur.
Laga penentuan akan berlangsung saat Iran menghadapi pemuncak klasemen, Mesir, pada pertandingan terakhir fase grup. Kemenangan atau hasil positif pada laga tersebut bisa membawa Team Melli mencatat sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Amerika Serikat Dituduh Persulit Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026



