Tuchel Pertanyakan Hukuman Jarell Quansah, Inggris Belum Terima Penjelasan dari FIFA
BOLAZOLA – Thomas Tuchel mengaku hingga kini Inggris belum menerima penjelasan resmi terkait hukuman dua pertandingan kepada Jarell Quansah di Piala Dunia 2026. Pelatih The Three Lions itu mempertanyakan keputusan FIFA yang memperberat sanksi bek mudanya.
Quansah mendapat kartu merah saat Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 pada babak perempatfinal. Awalnya, pelanggaran tersebut diperkirakan hanya berujung larangan bermain satu pertandingan, tetapi kemudian ditingkatkan menjadi dua laga karena dianggap sebagai serious foul play.
Keputusan itu kembali memicu kontroversi seputar kepemimpinan wasit di Piala Dunia 2026. Apalagi sebelumnya FIFA juga menjadi sorotan setelah menangguhkan hukuman Folarin Balogun sehingga striker Amerika Serikat itu tetap bisa tampil melawan Belgia.
Tuchel Bingung Hukuman Quansah Diperberat
Quansah diusir keluar lapangan setelah VAR meminta wasit meninjau ulang tekel setinggi pergelangan kaki terhadap Jesus Gallardo pada awal babak kedua. Insiden tersebut membuat bek Liverpool itu dipastikan absen saat Inggris menghadapi Norwegia di semifinal.
Tuchel mengungkapkan belum ada alasan resmi yang diberikan FIFA mengenai keputusan memperberat hukuman Quansah. Ia juga membantah anggapan bahwa kritiknya terhadap perangkat pertandingan memengaruhi keputusan tersebut.
“Saya rasa tidak. Kami juga tidak mendapat penjelasan apa pun,” kata Tuchel saat ditanya apakah kritiknya kepada wasit berpengaruh terhadap tambahan hukuman Quansah.
Baca Juga: Sindir FIFA soal Balogun, Tuchel: Apa Harry Kane Harus Minta ke Donald Trump?
Pelatih asal Jerman itu sebelumnya memang melontarkan kritik keras terhadap kualitas kepemimpinan wasit usai laga kontra Meksiko. Menurutnya, sejumlah keputusan penting sepanjang pertandingan tidak menunjukkan standar turnamen sekelas Piala Dunia.
“Wasit tidak cukup bagus. Ofisial keempat juga tidak cukup bagus. Di level tertinggi seperti ini, Anda membutuhkan kepemimpinan wasit dengan kualitas tertinggi, tetapi itu tidak terjadi,” ujarnya.
Kontroversi Wasit Bayangi Piala Dunia 2026
Kasus Quansah menambah daftar panjang kontroversi keputusan wasit di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, FIFA menuai kritik setelah membatalkan larangan satu pertandingan Folarin Balogun sehingga penyerang Amerika Serikat itu tetap bisa bermain melawan Belgia.
Absennya Quansah menjadi kerugian bagi Inggris yang sedang memburu tiket ke final. Bek berusia 22 tahun itu tampil sebagai salah satu andalan Tuchel sepanjang fase gugur turnamen.
Inggris kini akan menghadapi Norwegia pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Tanpa Quansah di lini belakang, Tuchel harus mencari alternatif untuk meredam ancaman Erling Haaland demi menjaga asa The Three Lions meraih gelar juara dunia.
Baca Juga: Merino Jadi Pahlawan Lagi, Spanyol Singkirkan Belgia dan Tantang Prancis di Semifinal



