Silvio Baldini Merendah Usai Bawa Italia Menang, Tak Peduli Jadi Pelatih Permanen
BOLAZOLA – Silvio Baldini memberikan respons mengejutkan setelah sukses membawa Timnas Italia meraih dua kemenangan beruntun sebagai pelatih interim. Di tengah desakan publik agar dirinya dipermanenkan, Baldini justru mengaku tidak terlalu memikirkan masa depannya.
Pelatih berusia 67 tahun itu berhasil menuntaskan tugas sementara dengan sempurna. Italia menang 1-0 atas Luksemburg dan kembali meraih kemenangan dengan skor identik saat menghadapi Yunani.
Menariknya, ia melakukannya dengan skuad yang sangat muda. Dari 24 pemain yang dibawanya, terdapat 19 debutan, sementara hanya Gianluigi Donnarumma yang berstatus pemain senior mapan di dalam tim.
Baldini Bangga dengan Generasi Muda Italia
Salah satu sosok yang paling bersinar selama dua pertandingan tersebut adalah Francesco Pio Esposito. Talenta muda Inter Milan itu menjadi penentu kemenangan Italia dalam dua laga beruntun lewat gol-gol krusialnya.
Baldini mengaku sejak awal sudah mengetahui kualitas para pemain mudanya. Karena itu, ia tidak pernah memberikan pujian hanya untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.
“Saya tidak memberikan pujian hanya demi menyenangkan mereka. Saya tahu kualitas para pemain ini. Ketika pemain muda memahami bahwa aturan adalah sebuah sumber daya, bukan hukuman, maka mereka telah mencapai tingkat kedewasaan yang dibutuhkan untuk menjadi tim besar,” kata Baldini dikutip dari Football Italia.
Baca Juga: Simone Inzaghi Tolak Latih Timnas Italia, Tegaskan Tetap di Al-Hilal
Ketika ditanya apakah dirinya bersedia menjadi pelatih tetap Italia mulai September nanti, Baldini memberikan jawaban yang sangat sederhana.
“Itu tidak penting bagi saya. Saya hanya ingin berguna. Saya adalah bagian dari keluarga Italia,” tegasnya.
Masa Depan Italia Masih Menunggu Keputusan Federasi
Meski enggan membahas peluang menjadi pelatih permanen, performa Baldini telah memunculkan dukungan luas dari publik dan pengamat sepak bola Italia. Banyak pihak menilai ia berhasil membawa energi baru ke dalam skuad Azzurri.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sendiri baru akan menggelar pemilihan presiden baru pada 22 Juni 2026. Setelah proses tersebut selesai, keputusan mengenai pelatih tetap tim nasional akan ditentukan.
Baldini pun menutup masa tugas sementaranya dengan optimisme tinggi terhadap masa depan sepak bola Italia. Menurutnya, kesenjangan antara tim kelompok umur dan tim senior kini mulai mengecil, sebuah sinyal positif yang bisa menjadi fondasi kebangkitan Azzurri.
Baca Juga: Guardiola Dilaporkan Terbuka untuk Kursi Pelatih Timnas Italia



