Ruben Amorim Minta Maaf ke Fans Manchester United, Akui Banyak Kesalahan
BOLAZOLA – Ruben Amorim akhirnya buka suara mengenai masa-masa sulitnya bersama Manchester United setelah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru AC Milan. Pelatih asal Portugal itu menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Setan Merah atas kegagalannya selama menangani klub.
Amorim dipecat Manchester United pada Januari lalu setelah menjalani 14 bulan yang penuh tekanan di Old Trafford. Selama berada di kursi pelatih, ia gagal mengangkat performa tim yang mencatat finis terburuk sepanjang sejarah klub di Liga Inggris serta kalah pada final Liga Europa dari Tottenham Hotspur.
Kepergiannya sempat diwarnai konferensi pers kontroversial seusai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Saat itu, ia diduga melontarkan sindiran kepada jajaran petinggi Manchester United sebelum akhirnya resmi diberhentikan.
Amorim Akui Banyak Belajar dari Kegagalan
Dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih AC Milan, Amorim mengaku mengambil banyak pelajaran dari pengalaman pahit di Manchester United. Ia juga mengakui telah melakukan sejumlah kesalahan selama menangani klub raksasa Inggris tersebut.
“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah saya belajar banyak dan saya juga membuat beberapa kesalahan,” ujar Amorim dikutip dari Sky Sports.
Baca Juga: Kisah Kobbie Mainoo yang Sempat Ingin Tinggalkan Man United di Era Amorim
Pelatih berusia 41 tahun itu mengaku menyesal karena tidak sempat berpamitan kepada para pendukung Manchester United ketika meninggalkan klub. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi salah satu hal yang paling disesalinya setelah dipecat.
“Saya tidak memiliki kesempatan, dan saya benar-benar meminta maaf karena itu, untuk menyampaikan sesuatu kepada para penggemar Manchester United saat itu. Saya sangat bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun,” kata Amorim.
Buka Lembaran Baru Bersama AC Milan
Kini Amorim memulai tantangan baru bersama AC Milan setelah dipercaya menjadi pelatih kepala Rossoneri. Penunjukan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk membangun kembali reputasi setelah periode yang kurang sukses di Liga Inggris.
Selama menangani Manchester United, ia menghadapi tekanan besar akibat hasil yang tidak sesuai harapan. Selain mencatatkan posisi terburuk klub di era Premier League, ia juga gagal mempersembahkan trofi setelah kalah di final Liga Europa.
Meski perjalanan di Old Trafford berakhir dengan kekecewaan, Amorim tetap mengaku bangga pernah memimpin salah satu klub terbesar di dunia. Pengalaman tersebut diyakini akan menjadi bekal berharga saat memulai petualangan barunya bersama AC Milan.
Baca Juga: Manchester United Resmi Tunjuk Michael Carrick Sebagai Manajer Tetap



