Mbappe Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Pertama yang Dua Kali Rebut Sepatu Emas
BOLAZOLA – Penyerang Real Madrid sekaligus kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia usai berakhirnya Piala Dunia 2026. Ia resmi menyabet penghargaan Golden Boot setelah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen.
Pemain berusia 27 tahun itu mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan torehan 10 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu memenangi Sepatu Emas Piala Dunia sebanyak dua kali.
Lionel Messi sempat menjadi pesaing terdekat Mbappe dalam perebutan penghargaan individu tersebut. Namun, kapten Argentina itu hanya mampu mengoleksi delapan gol setelah gagal mencetak gol pada semifinal melawan Inggris dan final kontra Spanyol.
Samai Rekor Gerd Muller
Sepuluh gol yang dicetak Mbappe menjadi jumlah tertinggi dalam satu edisi Piala Dunia selama lebih dari setengah abad terakhir. Sebelum turnamen 2026, rekor tersebut terakhir kali dicatatkan legenda Jerman, Gerd Muller, pada Piala Dunia 1970.
Selain menjadi pemain pertama yang dua kali meraih Golden Boot, sang striker juga mencatat sejarah baru bagi Real Madrid. Ia menjadi pemain pertama Los Blancos yang sukses meraih penghargaan pencetak gol terbanyak Piala Dunia saat masih berstatus sebagai pemain klub tersebut.
Hanya dua pemain yang pernah mencetak gol lebih banyak daripada Mbappe dalam satu edisi Piala Dunia. Mereka adalah Just Fontaine yang mengoleksi 13 gol pada 1958 dan legenda Hungaria, Sandor Kocsis, yang membukukan 11 gol pada edisi 1954.
Perjalanannya menuju Golden Boot juga dipenuhi penampilan impresif. Ia mencetak hattrick dua gol dalam tiga pertandingan berbeda serta terus menjadi andalan lini depan Prancis hingga akhir turnamen.
Torehan Gol Mbappe Antar Prancis Finis Posisi Keempat
Mbappe membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1. Ia kemudian kembali mencetak brace ke gawang Irak sebelum menyumbang dua assist ketika menghadapi Norwegia pada laga terakhir fase grup.
Produktivitasnya berlanjut pada fase gugur lewat dua gol menghadapi Swedia di babak 32 besar, satu gol penalti saat menyingkirkan Paraguay. Kemudian satu gol dan satu assist ketika Prancis mengalahkan Maroko pada perempat final.
Meski gagal mencetak gol saat Prancis disingkirkan Spanyol di semifinal, Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya pada perebutan tempat ketiga. Ia memborong dua gol ke gawang Inggris, tetapi tetap gagal menyelamatkan Les Bleus dari kekalahan sehingga harus puas menutup Piala Dunia 2026 di peringkat keempat.



