UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, 55 Negara Kompak Tolak Rencana Infantino Jual Saham FIFA
BOLAZOLA – UEFA mengambil sikap tegas terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Seluruh 55 federasi anggota UEFA sepakat mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA apabila rencana penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia tetap dilanjutkan.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat darurat yang digelar pada Kamis (30/7). Seluruh anggota UEFA memberikan suara bulat 55-0 untuk menolak proposal yang diajukan FIFA.
Penolakan ini menjadi pukulan telak bagi Infantino. Sebelumnya, Infantino menyebut penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia sebagai langkah untuk meningkatkan pendapatan demi perkembangan sepak bola dunia.
UEFA Kompak Tolak Proposal FIFA
Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan seluruh anggotanya menolak rencana FIFA menyerahkan sebagian kepemilikan kompetisi kepada investor swasta. Menurut mereka, Piala Dunia dan turnamen FIFA harus tetap berada di bawah kendali penuh organisasi sepak bola.
“Kami secara bulat dan tanpa keraguan menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi lainnya kepada investor swasta,” demikian bunyi pernyataan resmi UEFA.
Baca Juga: Infantino Bela Rencana Penjualan Saham FIFA, Sebut Bukan Kewajiban tapi Peluang Emas
UEFA juga menjadikan boikot sebagai langkah lanjutan apabila proposal tersebut benar-benar diterapkan. Jika terlaksana, ini akan menjadi pertama kalinya konfederasi sepak bola memboikot turnamen yang berada di bawah naungan induk organisasi sepak bola dunia.
Boikot UEFA berpotensi dimulai pada babak play-off Kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang apabila tidak ada perubahan sikap dari induk organisasi sepak bola dunia itu.
CONCACAF Ikut Melawan, Infantino Kian Tertekan
Tak hanya UEFA, konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) juga menyatakan penolakan terhadap rencana Infantino. Meski belum mengancam boikot, CONCACAF mengaku memiliki kekhawatiran serius terhadap proses pengambilan keputusan Infantino.
Menurut CONCACAF, proposal tersebut diajukan tanpa melalui konsultasi yang memadai maupun persetujuan dari badan tata kelola FIFA. Mereka menilai proses tersebut bertentangan dengan prinsip transparansi dalam organisasi.
Gelombang penolakan juga datang dari berbagai pihak di Eropa. Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Federasi Sepak Bola Skotlandia, hingga Liga Inggris menyatakan dukungan penuh terhadap sikap UEFA. Sementara Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy menegaskan bahwa sepak bola harus tetap menjadi milik para penggemar, bukan investor miliarder.
Baca Juga: Mancini Menyesal Tinggalkan Italia, Singgung ‘Cinta Sejati’: Fans Maafkan Saya



