Bahkan Trump Ikut Kritik Thomas Tuchel: Harry Kane Kamu Paksa Main Bertahan?
BOLAZOLA – Thomas Tuchel kembali mendapat sorotan usai Inggris gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026, khususnya soal Harry Kane. Kali ini, kritik datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mempertanyakan keputusan taktik pelatih asal Jerman tersebut saat menghadapi Argentina.
Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-2 pada babak semifinal di Atlanta. The Three Lions sempat memimpin melalui gol Anthony Gordon sebelum akhirnya kebobolan dua gol pada penghujung pertandingan.
Sejak peluit akhir dibunyikan, keputusan Tuchel mengubah pendekatan permainan menjadi lebih defensif terus menuai kritik. Selain mantan pemain dan pengamat sepak bola, Trump kini ikut menilai strategi Inggris justru menguntungkan Argentina.
Donald Trump Soroti Peran Harry Kane
Trump menyampaikan komentarnya saat menghadiri agenda bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjelang partai final Piala Dunia 2026. Ia mengaku heran melihat Harry Kane yang dikenal sebagai penyerang andalan justru lebih banyak membantu pertahanan setelah Inggris unggul.
Menurut Trump, perubahan peran Kane membuat Inggris kehilangan ancaman di lini depan. Ia menilai tim seharusnya tetap bermain menyerang untuk mempertahankan tekanan terhadap Argentina.
“Inggris punya pemain hebat, Harry Kane, yang juga sering bermain golf dengan saya. Saya rasa mereka membuat kesalahan ketika menjadikannya pemain bertahan, meski apa yang saya tahu soal sepak bola?” tanya Trump, dilansir dari Sky Sports.
Baca Juga: Harry Kane Sebut Timnas Inggris Masih Kehilangan ‘Kepingan Terakhir’
Trump juga menyebut keputusan tersebut terasa tidak biasa. Ia menilai Inggris justru menarik kekuatan serangnya sendiri ketika sedang berada di atas angin.
Tuchel Terus Jadi Sasaran Kritik
Kritik terhadap Tuchel memang terus bermunculan setelah kekalahan dramatis dari Argentina. Pergantian sejumlah pemain bertahan pada babak kedua dinilai membuat Inggris kehilangan kendali permainan hingga akhirnya gagal mempertahankan keunggulan.
Sebelumnya, legenda Inggris Wayne Rooney juga menilai The Three Lions menjadi terlalu pasif setelah perubahan taktik tersebut. Sejumlah laporan media Inggris bahkan menyebut beberapa pemain senior merasa kecewa dengan pendekatan tim pada menit-menit akhir pertandingan.
Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, Tuchel tetap mendapat dukungan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Pelatih berusia 52 tahun itu dipastikan masih akan memimpin The Three Lions hingga Euro 2028 dengan harapan mampu mengakhiri puasa gelar turnamen besar.
Baca Juga: Harry Kane Kecewa Berat Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026



