Luis Enrique Sebut Gol Arsenal Hanya Keberuntungan, PSG Sudah Berhasil Taklukkan Tantangan
BOLAZOLA – Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique mengklaim gol cepat Arsenal di final Liga Champions hanya lahir karena faktor keberuntungan. Menurutnya, situasi tersebut membuat PSG menghadapi tantangan paling berat sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions usai mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti dengan skor 4-3. Duel panas di Budapest sebelumnya berakhir imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan.
Arsenal sempat membuat publik PSG terdiam ketika Kai Havertz mencetak gol cepat pada menit keenam. The Gunners yang memburu gelar Liga Champions pertama mereka langsung tampil percaya diri setelah unggul lebih dulu.
Luis Enrique Akui Arsenal Sangat Menyulitkan
Luis Enrique mengakui gol cepat Arsenal menjadi awal terburuk bagi PSG dalam pertandingan tersebut. Pelatih asal Spanyol itu menilai timnya dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi permainan disiplin The Gunners.
“Saya pikir pertandingan dimulai dengan cara terbaik untuk mereka. Mereka mencetak gol dari situasi yang beruntung,” ujar Luis Enrique kepada TNT Sports.
Baca Juga: Arteta Minta Arsenal Jadikan Kekalahan dari PSG sebagai Bahan Bakar Kebangkitan
Menurut mantan pelatih Barcelona tersebut, Arsenal sangat sulit ditembus karena memiliki organisasi pertahanan yang kuat dan fisik para pemain yang luar biasa. PSG pun kesulitan memainkan gaya menyerang mereka seperti biasanya.
“Kami terbiasa menyerang menghadapi banyak pemain di belakang bola, tetapi melawan mereka sangat sulit karena kuat secara fisik. Mereka mencoba memanfaatkan setiap situasi,” katanya lagi.
PSG Cetak Sejarah Baru di Liga Champions
PSG akhirnya mampu menyamakan skor lewat penalti Ousmane Dembele di babak kedua sebelum memastikan kemenangan lewat adu penalti dramatis. Luis Enrique menilai hasil tersebut layak didapatkan oleh timnya.
Keberhasilan ini membuat PSG menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions pada era modern kompetisi sejak 1992. Sementara bagnya, trofi tersebut menjadi gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih.
Meski sukses mengukir sejarah besar bersama PSG, Luis Enrique menolak disebut sebagai legenda sepak bola. Sang pelatih memilih tetap fokus menikmati pencapaian timnya yang kini semakin menegaskan dominasi PSG di Eropa.
Baca Juga: Declan Rice Tegaskan Arsenal Tak Akan Hancur usai Gagal Juara Liga Champions



