BERITA BOLAEPLLA LIGALIGA CHAMPION

Arteta Geram Keputusan VAR Gagalkan Kemenangan Arsenal di Madrid

BOLAZOLA – Manajer Arsenal Mikel Arteta meluapkan kemarahannya pada keputusan penalti untuk timnya dibatalkan oleh VAR dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions di markas Atletico Madrid, Kamis (30/04) dini hari WIB. 

Hasil imbang 1-1 di Stadion Metropolitano ini menjadi sangat kontroversial karena wasit Danny Makkelie menganulir keputusan awalnya setelah melihat monitor.

Insiden terjadi pada menit ke-78 saat Eberechi Eze dijatuhkan David Hancko, namun wasit menilai kontak tersebut bukanlah pelanggaran. Padahal, gol dari titik putih tersebut diyakini bisa menjadi penentu kemenangan krusial Arsenal di laga leg pertama semifinal Liga Champions.

Arteta merasa integritas pertandingan di level tertinggi telah terganggu oleh ketidakkonsistenan penerapan teknologi VAR yang merugikan skuat asuhannya. Meski kecewa berat, Arsenal tetap membawa pulang modal satu gol tandang menjelang laga penentuan di London pekan depan.

Kritik Keras Arteta Terkait Standar VAR

Mikel Arteta mempertanyakan alasan di balik pembatalan penalti tersebut mengingat tidak adanya kesalahan yang dianggap jelas dan nyata dari keputusan lapangan semula. Ia menilai proses peninjauan ulang yang memakan waktu lama menunjukkan adanya keraguan besar atas keputusan tersebut.

“Apa yang membuat saya sangat marah adalah bagaimana bisa penalti pada Ebs (Eze) dibatalkan dengan cara seperti itu. Padahal tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata. Ini mengubah jalannya pertandingan di level top seperti Liga Champions. Saya minta maaf, tapi ini tidak boleh terjadi. Harus ada penjelasan yang sangat jelas dari keputusan tersebut. Apa yang membuat mereka selama itu berpikirnya, bahkan wasit harus menontonnya (VAR) sebanyak 13 kali,” tegas Arteta dikutip dari Sky Sports.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Leg 1 Semifinal Liga Champions: Drama Penalti saat Atletico Madrid Tahan Arsenal

Arteta juga menyoroti bagaimana aturan ditegakkan secara berbeda ketika timnya dijatuhi hukuman penalti akibat handball Ben White di babak sebelumnya. Baginya, inkonsistensi ini sangat menyakitkan mengingat perjuangan keras para pemain sepanjang musim untuk sampai di semifinal.

“Kami perlu menerapkan aturan. Mereka menerapkan aturan pada penalti Ben. Itu sulit diterima tetapi itu adalah penalti dengan handball. Tetapi para pemain telah berjuang begitu keras selama sembilan bulan untuk berada di semifinal. Kami telah mempertaruhkan banyak hal untuk laga ini,” tambahnya.

Evaluasi Teknis Menjelang Pertandingan Penentuan di Emirates Stadium

Meskipun tertahan imbang, Arsenal menunjukkan dominasi permainan yang cukup kuat di markas Atletico Madrid yang dikenal angker bagi tim tamu. Tim pelatih mengapresiasi keberanian pemain untuk terus menekan pertahanan lawan meskipun atmosfer pertandingan sangat mencekam.

Sektor pertahanan menjadi fokus pembenahan agar tidak kembali melakukan kesalahan sekecil apa pun yang bisa dimanfaatkan oleh lini depan Atletico yang sangat klinis. Kedisiplinan posisi akan menjadi kunci utama dalam meredam serangan balik cepat yang menjadi senjata andalan lawan.

Pertemuan kedua di London diprediksi akan berjalan dengan tensi yang jauh lebih tinggi menyusul drama kontroversi yang terjadi di Spanyol. Publik kini menanti apakah Arsenal mampu membalas ketidakadilan yang mereka rasakan dengan kemenangan meyakinkan di leg kedua semifinal Liga Champions mendatang?

Baca Juga: Kembalinya Saka Jadi Suntikan Motivasi Arsenal Hadapi Atletico Madrid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *