Barcelona Resmi Tinggalkan Proyek Super League, Real Madrid Kini Sendirian
BOLAZOLA – Barcelona akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah menarik diri dari proyek European Super League (ESL). Keputusan ini menjadikan Real Madrid sebagai satu-satunya klub pendiri yang masih bertahan mendukung ide kompetisi kontroversial tersebut.
Proyek yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 ini awalnya melibatkan 12 klub raksasa Eropa sebagai anggotanya. Namun, gelombang protes suporter dan tekanan otoritas sepak bola membuat satu per satu klub memutuskan untuk mengundurkan diri.
Langkah Barcelona ini menyusul jejak enam klub Premier League, tiga klub Italia, dan Atletico Madrid yang sudah lebih dulu hengkang. Pihak klub telah mengirimkan notifikasi formal kepada perusahaan pengelola Super League mengenai pengunduran diri tersebut.
Keretakan Hubungan Barcelona-Real Madrid
Keputusan ini mempertegas keretakan hubungan antara manajemen Barcelona dan Real Madrid yang belakangan kian memanas. Barcelona kini memilih untuk memperbaiki hubungan mereka dengan UEFA demi stabilitas klub di kancah internasional.
Di sisi lain, Real Madrid justru semakin vokal menuntut hukuman bagi Blaugrana terkait skandal korupsi olahraga “Kasus Negreira”. Situasi hukum tersebut diyakini menjadi salah satu pemicu menjauhnya kedua raksasa Spanyol ini dalam urusan kebijakan liga.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyatakan bahwa langkah ini diambil demi menciptakan perdamaian di ekosistem sepak bola Eropa. Ia menegaskan bahwa seluruh klub sebenarnya menginginkan harmoni dan kesepakatan yang adil di bawah payung UEFA.
“Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini telah secara resmi memberi tahu perusahaan European Super League tentang pengunduran dirinya. Kami ingin ada kesepakatan dan kembali ke UEFA demi kebaikan bersama,” ujar Laporta dalam pernyataan resminya.
Dengan mundurnya Barcelona, Real Madrid dan organisasi A22 kini menjadi satu-satunya pihak yang masih mengupayakan liga baru tersebut.
Ambisi Florentino Perez dan Nasib Super League
Florentino Perez tetap optimis bisa menjalankan liga berisi 18 tim dengan sistem promosi dan degradasi. Namun, banyak pihak menilai proyek ini hampir mustahil berjalan tanpa dukungan dari klub-klub besar Eropa lainnya.
Fokus utama UEFA saat ini adalah merangkul kembali Barcelona agar kompetisi resmi mereka semakin kuat dan kompetitif. Belum diketahui, upaya apa yang akan dilakukan UEFA untuk kembali merekrut klub-klub besar ke dalam proyek ini.
Pengunduran diri ini menandai berakhirnya era aliansi “Clasico” yang sebelumnya sangat solid dalam menentang otoritas sepak bola Eropa. Kini, Barcelona lebih memilih jalur diplomasi untuk mengamankan masa depan finansial dan prestasi mereka di kompetisi resmi UEFA.



