BERITA BOLAEPLUEFA

Hentikan Tren Negatif,  Guardiola Minta Man City Buang Jauh Pikiran Pesimis

BOLAZOLA – Manchester City dipaksa menelan pil pahit setelah takluk 3-1 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dalam lanjutan fase grup Liga Champions. Namun, Pep Guardiola meminta anak-anak asuhnya segera bangkit dan membuat jauh pikiran pesimis. 

Kekalahan ini tidak hanya memperberat langkah The Citizens untuk lolos langsung ke babak 16 besar tanpa melalui babak play-off. Tapi juga diwarnai kartu merah yang diterima sang jenderal lapangan tengah, Rodri.

Hasil minor ini memperpanjang tren negatif City yang baru meraup tiga poin dari empat laga terakhir di Liga Inggris. Rentetan hasil buruk sejak awal tahun 2026, ditambah badai cedera yang menimpa pemain kunci, menciptakan atmosfer pesimis di sekitar klub. 

Instruksi Guardiola untuk Mengubah Dinamika dan Perasaan Tim

Guardiola mengakui bahwa hasil yang diraih timnya belakangan ini memang jauh dari harapan, namun ia menolak untuk menyerah pada keadaan. Ia menyoroti bahwa meski bermain dengan 10 orang, City tetap menunjukkan perlawanan yang lebih baik dibandingkan saat kekalahan di Derby Manchester akhir pekan lalu.

“Kami harus kembali, hasil sejak awal 2026 tidak bagus di Liga Inggris dan sekarang hari ini. Kami merasa seolah-olah semuanya salah, detail-detail kecil pun terasa salah, tapi kami harus mencoba dan mengubah perasaan itu. Saya tidak memiliki keraguan sama sekali di kompetisi ini, tidak ada yang bisa dianggap remeh, itu sudah pasti,” tegas Guardiola setelah laga berakhir.

Ia juga menyoroti hilangnya beberapa pilar penting di lini serang yang membuat City kehilangan konsistensi. Tanpa kehadiran Savinho dan Jeremy Doku di sektor sayap, Guardiola mengakui timnya kekurangan daya ledak.

“Kita tampil datar saat melawan United, tapi tidak hari ini. Kami bertarung 10 lawan 11. Kami tidak memiliki Savinho, Jeremy, pemain sayap kami. Di sisi lain, kami punya pemain yang tidak ada di sini dan mereka seharusnya memberi kami lebih banyak konsistensi. Namun, Bodo/Glimt sangat terorganisir dan kami harus memberi selamat kepada mereka,” tambahnya.

Misi Wajib Menang di Laga Terakhir

Kekalahan perdana City dari tim asal Norwegia ini memberikan pesan jelas bahwa status favorit tidak lagi menjamin kemenangan jika efisiensi di lapangan hilang. Guardiola mengirim sinyal siaga kepada skuadnya bahwa laga terakhir melawan Galatasaray akan menjadi penentu apakah mereka mampu mengamankan posisi delapan besar atau tidak.

Dengan semangat yang diklaim tetap terjaga meski dalam kondisi pincang, Manchester City dituntut untuk segera menemukan kembali identitas permainan mereka. Fokus utama Pep saat ini adalah memulihkan kebugaran mental para pemain agar tidak terjebak dalam pemikiran negatif yang bisa merusak musim mereka.

Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana City merespons kekalahan beruntun ini di laga-laga berikutnya. Keberhasilan Guardiola dalam membalikkan dinamika tim akan menjadi kunci utama bagi sang juara bertahan untuk tetap bersaing di level tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *