Mikel Arteta Kecewa dengan Kelalaian Pertahanan Arsenal Usai Hadapi Bayer Leverkusen
BOLAZOLA – Pelatih Arsenal Mikel Arteta, meluapkan kekecewaannya terhadap koordinasi pertahanan timnya saat ditahan imbang 1-1 oleh Bayer Leverkusen. Gol sundulan Robert Andrich yang memanfaatkan sepak pojok Alejandro Grimaldo dianggap penyebab hilangnya konsentrasi para pemain di lapangan.
Gol tersebut tercipta hanya 45 detik setelah babak kedua dimulai dan berawal dari skema kick-off Leverkusen yang hampir mengecoh lini belakang The Gunners. Meski Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan melalui titik penalti, Arteta tetap merasa timnya memberikan keuntungan cuma-cuma kepada lawan.
Penjaga gawang David Raya sempat melakukan penyelamatan gemilang, namun kelalaian dalam menjaga lawan tetap berujung pada bobolnya gawang Arsenal. Kegagalan mengantisipasi rutinitas bola mati ini menjadi catatan merah bagi tim yang biasanya sangat kuat dalam aspek tersebut.
Kelalaian Fokus Pemain Arsenal dan Peringatan Strategis Mikel Arteta
Mikel Arteta mengungkapkan staf kepelatihan sebenarnya telah memberikan instruksi khusus mengenai pola serangan cepat yang jadi ciri khas Bayer Leverkusen. Ia bahkan menunjukkan tiga klip video contoh rutinitas kick-off Leverkusen dari pertandingan mereka sebelumnya agar pemain lebih waspada.
“Kami sudah mendiskusikan hal itu saat turun minum dan memperkirakan mereka akan memulai dengan sangat cepat berdasarkan analisis rutin pekan lalu. Namun, kami justru lengah, tidak cukup siap. Dan akhirnya harus membayar mahal dengan kebobolan gol tersebut,” ujar Arteta dikutip Sky Sports.
Arteta menilai gol tersebut adalah hasil dari kurangnya rasa urgensi dan perhatian dari para pemainnya di momen-momen krusial. Memberikan harapan serta keuntungan kepada tim selevel Leverkusen dianggap sebagai kesalahan fatal yang mengubah emosi pertandingan.
“Ada dua sisi dalam insiden ini, yaitu lawan yang pintar mengeksploitasi kelemahan kami serta kelalaian kami sendiri yang tidak siap meski sudah diberi peringatan. Kami harus bekerja keras setelah itu karena tantangan emosional menjadi jauh lebih berat bagi seluruh tim di sisa laga,” tambah sang manajer.
Rekor Baik Lini Pertahanan Terhenti
Gol dari skema bola mati tersebut merupakan yang pertama kalinya bersarang di gawang Arsenal sepanjang kampanye Liga Champions musim ini. Arteta melihat adanya elemen kepuasan diri yang berbahaya dalam skuadnya sehingga mereka kehilangan kewaspadaan terhadap detail-detail kecil.
Kegagalan menjaga fokus setelah jeda babak pertama menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih guna menghadapi leg kedua nantinya. Kedisiplinan dalam bertahan harus kembali ditingkatkan jika Arsenal ingin melaju lebih jauh dalam kompetisi kasta tertinggi antar klub Eropa tersebut.
Hasil imbang di BayArena memaksa The Gunners untuk tampil lebih dominan dan waspada saat menjamu wakil Jerman itu di kandang sendiri. Kesiapan mental pemain dalam menghadapi strategi kejutan lawan akan menjadi kunci penentu kelolosan mereka ke babak perempat final.



