Man City Kehabisan Bensin di Old Trafford, Guardiola Akui United Unggul Segalanya
BOLAZOLA – Manchester City harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa menyerah 2-0 oleh Manchester United dalam laga Derby di Old Trafford, Sabtu (17/01). Manajer City, Pep Guardiola, secara ksatria mengakui bahwa timnya kehilangan energi di saat-saat krusial.
Kekalahan ini menjadi penegasan adanya penurunan stamina di skuad The Citizens yang tengah dihantam badai cedera. Dengan jadwal padat City beberapa pekan terakhir ini, membuat performa tim terbilang menurun.
Meski sempat mencoba menguasai bola, City gagal menandingi intensitas tinggi yang diperagakan oleh tuan rumah. Pep Guardiola pun mengakui bahwa Man United memiliki keunggulan di segala aspek.
Guardiola Sebut Masalah Stamina Man City
Guardiola menilai bahwa timnya tidak mampu menunjukkan level permainan yang dibutuhkan untuk memenangkan laga sebesar Derby Manchester. Ia menyoroti perbedaan mencolok antara performa tim saat melawan Newcastle beberapa hari lalu dengan penampilan yang terlihat lesu.
“Mereka (United) adalah tim yang lebih baik. Mereka memiliki sesuatu yang tidak kami miliki hari ini. Saya sudah berkali-kali datang ke sini, tetapi hari ini kami tidak berada di level yang disyaratkan untuk memenangkan pertandingan jenis ini,” ujar Guardiola dengan nada kecewa.
Selain masalah fisik, Pep juga mengkhawatirkan kegagalan timnya dalam mengonversi peluang menjadi gol. Menurutnya, masalah produktivitas ini sudah terlihat sejak beberapa laga sebelumnya, di mana City gagal menang meski tampil dominan.
“Saya mengkhawatirkan soal poin. Mencetak gol akan sangat bagus. Kami banyak melakukan perubahan dalam 12 bulan terakhir, namun hari ini adalah hari di mana kami tidak benar-benar hadir di lapangan. Kami tidak mencetak gol untuk menang saat melawan Brighton dan Chelsea, dan itu terulang lagi hari ini,” tambahnya.
Menanti Kebangkitan Sang Juara Bertahan
Kekalahan di Derby ini memberikan pesan jelas bahwa Manchester City harus segera melakukan rotasi efektif atau menemukan cara untuk memulihkan kebugaran pemain kunci mereka. Guardiola menyadari bahwa transisi skuad yang ia lakukan dalam dua bursa transfer terakhir membutuhkan waktu untuk benar-benar matang dalam menghadapi tekanan tinggi di laga besar.
Dengan hasil minor ini, City tertinggal semakin jauh dari perburuan takhta klasemen, sementara rival mereka justru mendapatkan momentum untuk bangkit. Namun, Guardiola tetap optimis bahwa semangat juang timnya tetap berada di level tertinggi untuk segera membalikkan keadaan di sisa musim.
Kini, fokus Manchester City adalah memulihkan kondisi fisik pemain sebelum memasuki pekan-pekan krusial berikutnya di Premier League. Sementara itu, Pep Guardiola dituntut untuk segera menemukan formula klinis di lini depan agar defisit poin dari para pesaing tidak semakin melebar.



