Lakers Tersandung Lagi, LeBron Akui Ada Masalah Serius di Lini Serang
Los Angeles Lakers nampaknya sedang nggak baik-baik saja. Kekalahan ketiga secara beruntun kembali mereka telan saat bertandang ke Golden 1 Center, markas Sacramento Kings, pada laga NBA terbaru. Dalam duel tersebut, Lakers harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 112-124. Hasil ini semakin menegaskan bahwa ada masalah nyata di permainan ofensif tim asal Los Angeles itu.
Sempat Memimpin di Kuarter Pertama
Sebenarnya, Lakers sempat membuka pertandingan dengan cukup meyakinkan. Mereka mampu memimpin di kuarter pertama dan tampil cukup solid di sisi pertahanan. Sayangnya, momentum itu hanya bertahan sekitar 10 menit. Kings perlahan bangkit, mengejar ketertinggalan, lalu menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 32-28.
Setelah itu, arah pertandingan berubah total. Kings tampil semakin percaya diri dan mulai mengontrol tempo permainan, sementara Lakers terlihat kesulitan menemukan ritme, terutama dalam urusan mencetak angka.
Kings Menggila dengan Tripoin-nya
Masuk ke tiga kuarter berikutnya, Sacramento benar-benar panas. Akurasi tembakan mereka nyaris sempurna dengan persentase mencapai 59 persen. Yang paling mencolok tentu saja tembakan jarak jauh. Kings sukses memasukkan 17 tripoin dari 26 percobaan, atau setara dengan akurasi 65 persen.
Catatan ini jadi mimpi buruk bagi Lakers. Bahkan, statistik tersebut tercatat sebagai salah satu persentase tripoin tertinggi yang pernah mereka izinkan dalam satu pertandingan, khususnya saat menghadapi lebih dari 25 percobaan tripoin.
Malik Monk tampil luar biasa dari bangku cadangan. Ia hanya gagal dua kali dari sembilan percobaan tripoin dan menutup laga dengan 26 poin serta delapan asis. Russell Westbrook juga ikut menyumbang empat tripoin, dengan total 22 poin, lima rebound, dan tujuh asis.
LeBron dan Redick Soroti Masalah Finishing
LeBron James menilai pertahanan Lakers sebenarnya sudah cukup solid. Namun, perbedaan besar terlihat dari efektivitas serangan, terutama saat Kings terus menghujani tripoin, sementara Lakers gagal membalas dengan hal serupa.
Hal senada juga disampaikan pelatih JJ Redick. Ia mengkritik banyaknya peluang yang disia-siakan. Dari sekitar 50 peluang assist potensial, Lakers hanya mampu mengonversi 21 menjadi angka. Minimnya akurasi tembakan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.
Posisi Lakers Mulai Terancam
Hasil mengecawakan ini memperpanjang tren negatif Lakers. Dalam 11 laga terakhir, mereka sudah menelan tujuh kekalahan. Catatan tersebut membuat rekor Lakers kini berada di angka 23 kemenangan dan 14 kekalahan, sekaligus menurunkan mereka ke posisi lima Wilayah Barat.
Jika masalah di lini serang tidak segera dibenahi, Lakers berpotensi semakin tergelincir. Tantangan berat jelas menanti, dan konsistensi akan menjadi kunci untuk keluar dari periode sulit ini.



