Kurang Konsentrasi Lawan Burnley, Para Pemain Chelsea Dituntut Lebih Kejam
BOLAZOLA – Manajer Chelsea, Liam Rosenior, memberikan penilaian jujur setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh Burnley dalam laga yang penuh drama. Hasil ini membuat sang pelatih meratapi hilangnya konsentrasi anak asuhnya yang berujung pada kegagalan mengamankan poin penuh.
Chelsea sebenarnya sempat unggul cepat melalui gol Joao Pedro yang tercipta hanya dalam waktu tiga menit sepuluh detik sejak sepak mula. Keunggulan tersebut membuat The Blues sempat mendominasi jalannya pertandingan sebelum situasi berubah drastis di pertengahan babak kedua.
Kartu merah yang diterima Wesley Fofana pada menit ke-72 menjadi titik balik yang mengubah dinamika permainan sepenuhnya bagi kedua tim. Burnley yang unggul jumlah pemain langsung memberikan tekanan hebat hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang di masa injury time.
Kritik Tajam Terhadap Mentalitas dan Fokus Chelsea
Liam Rosenior merasa sangat kecewa karena timnya gagal mengunci kemenangan meskipun sempat menguasai pertandingan dengan gelombang serangan yang masif. Ia menyoroti kegagalan para pemain dalam mengambil keputusan tepat di depan gawang yang membuat lawan tetap memiliki peluang.
“Saya merasa performa babak kedua sebenarnya jauh lebih baik daripada babak pertama, namun kami tidak membuat keputusan tepat untuk menyelesaikan pertandingan. Ketika Anda tidak segera menyudahi perlawanan lawan, maka Anda membiarkan diri sendiri berada dalam posisi yang terbuka,” ujar Rosenior.
Sang manajer juga menggarisbawahi pola kesalahan yang terus berulang dalam beberapa pertandingan terakhir yang telah merugikan posisi klub. Ia menuntut adanya rasa tanggung jawab yang lebih besar dari setiap individu di dalam skuad agar potensi tim bisa maksimal.
“Ada terlalu banyak kejadian seperti saat melawan Wolves, Palace, dan Leeds di mana kami kebobolan karena kurangnya konsentrasi. Jika kami ingin memaksimalkan potensi besar yang ada di tim ini, kami harus segera mengatasi masalah tersebut dengan sangat cepat,” tambahnya dengan tegas.
Perjuangan Berat di Bawah Tekanan Setelah Kartu Merah
Keluarnya Fofana memaksa Rosenior melakukan sejumlah pergantian pemain untuk memperkuat lini pertahanan yang terus digempur oleh Burnley. Masuknya spesialis bola mati, James Ward-Prowse, di kubu lawan semakin menambah beban bagi barisan belakang Chelsea di menit-menit akhir.
Petaka akhirnya datang melalui sundulan Zian Flemming yang memanfaatkan umpan sepak pojok akurat dari Ward-Prowse tepat sebelum laga usai. Chelsea sebenarnya memiliki peluang emas terakhir melalui Liam Delap, namun tembakannya justru melambung jauh di atas mistar gawang.
Hasil imbang ini menjadi pelajaran berharga bagi skuad muda Chelsea dalam menjaga stabilitas permainan di bawah tekanan atmosfer kompetisi 2026 yang ketat. Kini Rosenior harus segera membenahi mentalitas bertanding timnya agar kesalahan serupa tidak terulang di pertandingan berikutnya.



