Hull City Tangkap Sejumlah Suporter karena Nyanyian Diskriminatif di Laga Vs Chelsea
BOLAZOLA – Manajemen Hull City mengonfirmasi telah melakukan sejumlah penangkapan terhadap suporter yang melakukan nyanyian diskriminatif saat laga melawan Chelsea di FA Cup. Insiden memalukan ini mencoreng pertandingan yang berakhir dengan kekalahan telak 4-0 bagi tuan rumah tersebut.
Pihak keamanan stadion sempat memberikan peringatan keras melalui sistem pengeras suara setelah nyanyian ofensif terdengar pada babak pertama. Dalam peringatan yang tertulis di papan skor itu, diberitahu untuk melaporkan jika ada suporter yang menyuarakan nyanyian diskriminatif.
Namun, karena aksi tersebut terus berlanjut, kepolisian setempat langsung bertindak mengamankan para pelaku di tengah jalannya laga. Seusai pertandingan, Hull City lewat laman resmi klub pun mengumumkan telah menangkan sejumlah suporter yang diduga melakukan tindakan rasisme.
Komitmen Anti-Diskriminasi dan Tindakan Tegas Hull City
Manajemen Hull City sebelumnya telah memperingatkan bahwa segala bentuk tindakan rasisme maupun homofobia tidak akan ditoleransi di dalam stadion. Mereka menegaskan bahwa rekaman CCTV akan digunakan sebagai bukti kuat untuk menjatuhkan hukuman berat bagi pelaku.
“Segala bentuk nyanyian diskriminatif sepenuhnya tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi di dalam Stadion MKM. Suporter yang terlibat akan menghadapi konsekuensi serius termasuk pengusiran serta tuntutan pidana,” tegas pernyataan resmi klub.
Pelatih Hull City, Sergej Jakirovic, mendukung penuh tindakan tegas tersebut meski ia mengaku tidak mendengar langsung nyanyian tersebut karena fokus pada laga. Ia menyatakan bahwa stadion bukanlah tempat yang layak untuk menyebarkan kebencian atau diskriminasi dalam bentuk apa pun.
“Stadion bukan tempat untuk tindakan seperti itu, dan itulah alasan mengapa mereka ditangkap oleh pihak berwajib. Ini tentu bukan hal yang baik untuk dilakukan di hadapan publik,” ujar Jakirovic dalam konferensi persnya.
Kecaman dari Pihak Chelsea dan Penyelidikan Lanjutan
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, turut mengecam segala bentuk bahasa diskriminatif meskipun ia belum mengetahui secara detail kronologi kejadiannya. Ia berharap otoritas terkait dapat menangani kasus ini dengan serius agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Setiap bahasa diskriminatif dalam bentuk apa pun mengenai apa pun tidak dapat diterima sama sekali. Saya harap masalah ini segera ditangani dengan benar oleh pihak yang berwenang,” ungkap Rosenior menanggapi insiden tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian Humberside tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal. Fokus utama penyelenggara pertandingan adalah menjamin kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penonton tanpa gangguan perilaku negatif.



