Frank Lampard Kembali ke Chelsea? Pelatih yang Kenal Identitas Klub
BOLAZOLA – Kursi manajer Chelsea kembali kosong di awal tahun, dan kali ini membuka kembali satu nama lama yang tak pernah benar-benar jauh dari Stamford Bridge, Frank Lampard. Setelah kepergian Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru, dinamika internal Chelsea kembali menjadi sorotan.
Kosongnya kursi pelatih juga memantik diskusi tentang arah manajerial klub di bawah kendali BlueCo. Maresca meninggalkan Chelsea setelah 18 bulan yang penuh friksi dengan hierarki klub.
Minimnya otonomi dalam keputusan teknis, mulai dari rotasi pemain hingga pergantian di tengah laga, disebut menjadi faktor utama retaknya hubungan. Chelsea pun bergerak cepat mencari pengganti permanen secepat mungkin.
Lampard, Pelatih yang Kenal Identitas Chelsea Sesungguhnya
Di tengah arus pencarian figur baru, mantan penyerang Chelsea Carlton Cole justru melempar wacana alternatif, yakni memberi Lampard kesempatan ketiga. Nama Lampard memang sarat paradoks.
Cole menilai konteks sangat penting dalam menilai periode pertama Lampard di Chelsea. Kala itu, ia bekerja di tengah embargo transfer dan kepergian Eden Hazard, sambil mengintegrasikan pemain-pemain akademi yang belum teruji.
“Periode pertamanya di sana benar-benar bagus. Karena ia menggunakan pemain muda, dengan Jody Morris di sisinya. Ia tampil jauh lebih baik dari perkiraan, tanpa anggaran, sehingga harus mengandalkan pemain muda. Itu yang membentuk fondasinya,” ujar Cole dikutip dari talkSPORT.
Bagi Cole, kekuatan utama Lampard bukan hanya taktik, melainkan pemahaman mendalam tentang identitas Chelsea. Sesuatu yang dianggap relevan di tengah kekacauan struktural klub.
“Saya menyukai Lampard sebagai manajer Chelsea. Alasannya sederhana: dia mengenal klub ini luar dalam. Dia memahami budayanya, bayangkan bagaimana jika dia mendapat kesempatan dengan dukungan penuh dari semua pihak?” jelas Cole.
Antara Nostalgia dan Realisme The Blues
Wacana kembalinya Lampard menempatkan Chelsea di persimpangan yang tidak sederhana. Apakah klub ingin figur yang sepenuhnya selaras dengan kultur internal dan memiliki kredibilitas emosional di mata publik?
Di tengah krisis identitas dan pergantian pelatih yang terlalu sering, pertanyaan besarnya bukan hanya apakah sang mantan pantas kembali. Melainkan apakah Chelsea siap berubah agar siapa pun yang datang benar-benar bisa bekerja?
Kini, Lampard tengah membangun reputasi baru di Championship bersama Coventry City. Ia membawa klub itu keluar dari zona degradasi pada November 2024 hingga memuncaki klasemen di awal tahun 2026.



