Final Piala Super Spanyol Bau El Clasico, Flick Tegaskan Barcelona Mulai dari Nol
BOLAZOLA – Piala Super Spanyol kembali menyajikan aroma khas El Clasico. Barcelona dan Real Madrid akan saling berhadapan di partai final yang digelar di Jeddah, yang mana, Hansi Flick meminta anak-anak asuhnya berjuang dari nol.
Laga El Clasico ini menjadi edisi keempat berturut-turut mempertemukan dua rival abadi dalam perebutan trofi pertama musim ini. Meski pasangan final terbilang berulang, pelatih Blaugrana, menegaskan konteks laga kali ini tidak bisa disamakan dengan pertemuan sebelumnya.
Ia menilai setiap El Clasico selalu dimulai dari titik nol, tanpa membawa beban atau keuntungan dari hasil-hasil sebelumnya. Barcelona sendiri datang ke final dengan modal meyakinkan usai membantai Athletic Club 5-0 di semifinal.
Flick Tekankan Kolektivitas, Tolak Status Unggulan
Meski menang besar di semifinal, Flick justru menekankan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai ketika peluit pertama dibunyikan. Ia menilai final melawan Real Madrid menuntut level konsentrasi dan kolektivitas yang jauh lebih tinggi dibanding pertandingan lain.
“Ini adalah El Clasico dan saya ingin melihat hal yang sama seperti melawan Athletic Club. Kami harus bermain sebagai sebuah tim, bersatu. Saya ingin para pemain menunjukkan versi terbaik mereka di atas lapangan. Itu yang paling penting bagi saya,” ujar Flick dikutip dari laman resmi klub.
Flick juga dengan tegas menolak narasi soal favorit juara. Ia menilai final, terlebih melawan Real Madrid, selalu berada di luar hitung-hitungan di atas kertas.
“Final adalah final, dan laga melawan Real Madrid selalu berbeda. Saya tidak ingin mendengar pembicaraan soal unggulan. Fokus kami adalah tampil baik, memainkan sepak bola yang bagus, dan memberikan versi terbaik kami untuk menang,” tegasnya.
El Clasico Penentu Arah Musim
Bagi Barcelona, final ini bukan sekadar perebutan trofi awal musim, tetapi juga momentum untuk menegaskan identitas di bawah kepemimpinan Flick. Kemenangan akan memberi dorongan psikologis besar sekaligus legitimasi awal terhadap proyek sang pelatih asal Jerman.
Di sisi lain, Real Madrid tentu tidak ingin kembali memberi ruang dominasi kepada rival abadinya. Dengan intensitas rivalitas dan sejarah panjang yang menyertai El Clasico, laga ini hampir pasti melampaui sekadar pertandingan final biasa.
Ketika peluit dibunyikan di Jeddah, semua catatan sebelumnya haruslah dihapuskan. Barcelona dan Real Madrid kembali berdiri sejajar, dengan satu trofi dan satu El Clasico yang siap menentukan nada awal musim.



