Dominasi Berujung Petaka, Spalletti Kritik Kedisiplinan Para Pemain Juventus
BOLAZOLA – Tren positif Juventus di bawah asuhan Luciano Spalletti harus terhenti secara mengejutkan. Mereka dipaksa menyerah 1-0 oleh Cagliari dalam lanjutan Serie A, Minggu (18/01) malam WIB.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Bianconeri, mengingat mereka mendominasi jalannya permainan sepanjang laga. Namun gagal mengonversi peluang menjadi gol hingga akhirnya dihukum oleh skema bola mati tuan rumah.
Hasil minor ini menjadi penegasan bahwa dominasi statistik tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. Secara luar biasa, Cagliari memenangkan pertandingan dengan angka harapan gol (xG) hanya 0,16 dibandingkan Juventus yang mencapai 1,28.
Kritik Spalletti atas Detail Kecil yang Terbuang Begitu Saja
Spalletti tidak segan melontarkan pujian kepada perjuangan Cagliari, namun di sisi lain ia sangat kritis terhadap performa anak asuhnya. Ia menilai para pemain terlalu mudah keluar dari peran mereka saat mencoba mengejar ketertinggalan bahkan melakukan pelanggaran yang tak perlu.
“Cagliari pantas menang karena mereka memperjuangkan setiap bola. Kami tidak cukup bertekad dalam mempersiapkan situasi di lapangan. Pelanggaran yang berujung pada tendangan bebas gol mereka sangat tidak perlu. Kami harus sangat kritis terhadap diri sendiri dan memperbaiki detail terkecil, karena itulah profesi kami,” tutur Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Meskipun merasa kecewa dengan efisiensi lini serang timnya, Spalletti mencoba tetap tenang. Ia meyakini bahwa dalam sepak bola ada kalanya keberuntungan tidak berpihak, namun ia menuntut reaksi instan dari para pemainnya.
“Selanjutnya, kami harus lebih bertekad dan lebih klinis atas peluang-peluang yang kami ciptakan. Mungkin selanjutnya keberuntungan akan berpihak pada kami, jadi ini semua wajar,” lanjutnya.
Menanti Reaksi di Tengah Kepungan Jadwal Berat
Kekalahan di Sardinia ini memberikan pesan jelas bahwa Juventus masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal penyelesaian akhir. Hasil ini juga membuat Juve tertinggal 10 poin dari Inter Milan yang ada di puncak klasemen dan terancam keluar dari zona empat besar.
Dengan waktu recovery yang sangat singkat, Juventus tidak memiliki waktu untuk meratapi nasib. Mereka harus segera mengalihkan fokus ke ajang Liga Champions melawan Benfica pada Rabu malam mendatang.
Setelah Liga Champions, Jonathan David dan kawan-kawan akan kembali ke Serie A menghadapi rival besar, Napoli. Jika menang menghadapi Napoli, peluang empat besar mungkin akan kembali hidup.



