BERITA BOLASERIE A

De Laurentiis Kritik FIFA dan UEFA, Sebut Distribusi Uang Tidak Adil

BOLAZOLA – Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis melontarkan kritik keras terhadap UEFA dan FIFA terkait distribusi pendapatan yang dianggapnya tidak tepat. Dalam wawancara bersama CBS Sports, ia bahkan menyindir Gianni Infantino yang dinilainya terlalu haus kekuasaan seperti ingin berada di Gedung Putih.

De Laurentiis menegaskan bahwa sepak bola saat ini sudah terlalu tua dan membutuhkan pembaruan drastis agar tetap menarik bagi generasi muda. Ia mengusulkan perubahan durasi pertandingan menjadi dua babak masing-masing 25 menit dengan waktu bersih layaknya permainan basket.

Manajemen Napoli juga menyuarakan kegelisahan terkait beban kerja pemain yang harus melakoni hingga 70 pertandingan dalam satu musim kompetisi. Fokus utama sang presiden adalah melindungi kesehatan atlet dan memastikan klub mendapatkan kompensasi finansial yang adil dari federasi internasional.

De Laurentiis Mengenai Jumlah Tim Serie A dan Perlindungan Finansial

Pria yang akrab disapa ADL ini mendesak jumlah peserta Serie A dikurangi dari 20 tim menjadi hanya 16 tim saja. Menurutnya, pengurangan jadwal pertandingan akan memberikan ruang bagi pemain untuk beristirahat serta waktu lebih bagi persiapan tim nasional.

“Sepak bola harus diperbarui karena generasi baru tidak bisa menonton pertandingan selama dua jam penuh di depan layar televisi. UEFA dan FIFA meraup terlalu banyak uang, namun mereka tidak jujur mengenai bagaimana uang tersebut didistribusikan kepada klub,” ujar De Laurentiis.

Ia juga menuntut adanya asuransi wajib dari FIFA dan UEFA jika ada pemain yang mengalami cedera saat membela timnas mereka. De Laurentiis merasa dirugikan karena tetap harus membayar gaji pemain yang cedera, sementara federasi menggunakannya secara gratis.

“Pemain adalah properti milik klub, jadi jika mereka meminjamnya selama sebulan, mereka harus membayar biaya sewa dan kompensasi gaji. Jika pemain saya cedera selama setahun, mereka wajib membayar biaya agar saya bisa membeli pemain pengganti yang setara,” tambahnya.

Dominasi Napoli di Serie A dan Tantangan Persaingan di Papan Atas

Napoli menunjukkan prestasi luar biasa dengan meraih dua gelar Scudetto dalam tiga musim terakhir di bawah asuhan Spalletti dan Antonio Conte. Keberhasilan ini membuktikan bahwa manajemen klub mampu tetap kompetitif di tengah kritik tajam yang sering dilontarkan sang presiden.

Staf kepelatihan saat ini terus berupaya mengejar ketertinggalan poin dari Inter Milan yang masih kokoh memimpin puncak klasemen sementara. De Laurentiis berharap otoritas sepak bola segera mendengarkan aspirasinya demi menjaga stabilitas finansial industri olahraga di masa depan.

Publik kini menanti apakah kritik pedas dari Napoli akan memicu perubahan regulasi pada organisasi sepak bola tingkat dunia dalam waktu dekat. Keberanian De Laurentiis dalam menyuarakan isu krusial ini menjadikannya salah satu tokoh paling vokal dalam sejarah sepak bola Italia modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *