Chelsea dan Maresca Resmi Berpisah, Klub Nilai Pergantian Pelatih Jadi Jalan Terbaik
BOLAZOLA – Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Enzo Maresca dari kursi pelatih kepala. Keputusan ini menurut klub diambil sebagai upaya menjaga peluang tetap kompetitif di berbagai ajang penting hingga akhir musim.
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebut bahwa Maresca meninggalkan warisan prestasi yang tidak kecil. Selama menangani The Blues, pelatih asal Italia tersebut sukses mempersembahkan gelar UEFA Conference League serta trofi FIFA Club World Cup.
Namun di balik raihan tersebut, dinamika internal dan tuntutan jangka pendek membuat manajemen harus melakukan perubahan arah di bangku pelatih. Menurut direksi klub, ini menjadi langkah paling rasional demi menjaga peluang Chelsea tetap berada di jalur yang diinginkan.
Pertimbangan Chelsea dan Kesepakatan Bersama
Chelsea menegaskan bahwa keputusan berpisah ini merupakan hasil kesepahaman kedua belah pihak. Dengan masih adanya target besar di empat kompetisi, termasuk ambisi mengamankan tiket Liga Champions, klub dan Maresca sepakat bahwa pemutusan hubungan kerja adalah jalan tengahnya.
Manajemen menilai situasi saat ini membutuhkan pendekatan baru agar performa tim bisa kembali stabil dan kompetitif di fase krusial musim. Di sisi lain, Maresca disebut memahami konteks tekanan tersebut dan menerima bahwa perpisahan menjadi opsi paling realistis bagi semua pihak.
Dalam pernyataannya, Chelsea juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Maresca, seraya mendoakan kesuksesan sang pelatih di perjalanan karier berikutnya.
“Chelsea Football Club dan pelatih kepala Enzo Maresca telah resmi berpisah. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa depan Enzo di masa mendatang,” tulis klub di laman resmi.
Latar Ketegangan Internal di Balik Keputusan
Sejumlah laporan lanjutan, termasuk dari jurnalis TalkSPORT Ben Jacobs, mengungkap bahwa perpisahan ini tidak lepas dari akumulasi persoalan internal. Salah satu isu utama yang mencuat adalah perbedaan pandangan antara Maresca dan departemen medis klub terkait pengelolaan kebugaran serta beban pemain.
Selain itu, jajaran pimpinan Chelsea juga menyoroti aspek mentalitas tim, terutama setelah banyaknya poin yang hilang dari posisi unggul di kompetisi domestik dan Eropa. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran soal ketahanan psikologis skuad dalam momen-momen menentukan.
Chelsea menegaskan tidak akan mengubah model manajemen dan struktur pengambilan keputusan mereka. Dengan berakhirnya kerja sama ini, fokus klub kini tertuju pada penunjukan pelatih baru yang dinilai mampu menjaga stabilitas sistem sekaligus mengangkat kembali performa tim.



