BERITA BOLAWORLD CUP 2026

Ditanya soal Bagaimana Hentikan Yamal, Scaloni Bercanda: Kunci Dia di Kamarnya!

BOLAZOLA – Lionel Scaloni melontarkan candaan menarik soal Lamine Yamal jelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dengan Spanyol. Pelatih La Albiceleste itu mengaku memiliki satu cara untuk menghentikan sang wonderkid, yakni mengunci sang pemain di dalam kamar.

Yamal dipastikan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi Argentina pada laga final di New Jersey. Winger berusia 19 tahun tersebut tampil impresif sepanjang turnamen dan menjadi motor permainan La Roja.

Meski mengawali jawabannya dengan nada bercanda, Scaloni tidak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada wonderkid Barcelona itu. Ia bahkan menyebut pemain muda Spanyol itu sebagai salah satu talenta paling spesial di dunia sepak bola saat ini.

Lionel Scaloni Akui Sulit Menghentikan Lamine Yamal

Scaloni mengaku Argentina sudah menyadari kualitas Yamal jauh sebelum kedua tim dipastikan bertemu di final. Menurutnya, pemain sepertinya hampir mustahil dihentikan hanya dengan satu strategi khusus.

“Bagaimana cara menghentikan Yamal? Saya berharap kami bisa mengunci Lamine di kamarnya! Lamine Yamal adalah pemain yang benar-benar luar biasa. Anak ini adalah harta karun bagi dunia sepak bola dan usianya masih sangat muda. Dia masih memiliki begitu banyak hal untuk ditawarkan,” kata Scaloni dikutip dari NDTV

Baca Juga: Lamine Yamal Absen Latihan Jelang Final Piala Dunia 2026, Cedera Lagi?

Meski memberikan pujian tinggi, Scaloni berharap jebolan La Masia itu tidak menunjukkan kemampuan terbaiknya saat final berlangsung. Ia bahkan membandingkan tingkat kesulitan menjaga Yamal dengan Lionel Messi.

“Dia akan membawa banyak kebahagiaan untuk Spanyol pada masa depan, tetapi kami berharap itu bukan hari Minggu nanti. Dia, seperti Leo, adalah salah satu pemain yang sangat sulit dijaga,” tegasnya. 

Argentina Sudah Menganalisis Permainan Spanyol

Selain membahas Yamal, Scaloni mengungkapkan Argentina sebenarnya telah mempelajari permainan Spanyol sejak beberapa bulan lalu. Analisis tersebut dilakukan karena kedua tim sempat dijadwalkan bertemu pada laga uji coba pada Maret sebelum akhirnya batal terlaksana.

Meski demikian, Scaloni menegaskan Spanyol bukan satu-satunya tim yang dipelajari oleh staf pelatih Argentina. La Albiceleste telah menganalisis seluruh calon lawan yang berpotensi melaju hingga fase akhir Piala Dunia sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

Di akhir konferensi pers, Scaloni juga mengajak publik menikmati penampilan Lionel Messi yang diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhirnya. Kini, Argentina berpeluang mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil pada 1962 apabila berhasil menaklukkan Spanyol.

Baca Juga: Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 Ternyata Pernah Ditangkap dalam Penggerebekan Pesta Seks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *