Piala Dunia 2026 Disiarkan Tanpa Izin? Korea Utara Kembali Dituding Bajak Siaran FIFA
BOLAZOLA – Korea Utara kembali menjadi sorotan di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026. Negara tersebut dituding menayangkan pertandingan turnamen terbesar sepak bola dunia tanpa memiliki hak siar resmi.
Tuduhan itu muncul setelah sejumlah rekaman siaran televisi pemerintah Korea Utara beredar di media sosial. Dalam tayangan tersebut terlihat beberapa pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 ditayangkan melalui saluran televisi milik negara.
Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Korut sebelumnya juga pernah dituduh menyiarkan pertandingan sepak bola internasional tanpa izin, termasuk pada Piala Dunia 2022 dan ajang Liga Champions Eropa.
KCTV Diduga Gunakan Siaran Satelit Negara Tetangga
Laporan yang beredar menyebut stasiun televisi pemerintah Korea Utara, Korean Central Television (KCTV), menayangkan sejumlah laga Piala Dunia 2026. Beberapa cuplikan bahkan memperlihatkan nama negara peserta menggunakan ejaan khas Korut.
Media Alerta Mundial mengklaim KCTV kemungkinan memanfaatkan siaran satelit dari negara lain di kawasan Asia Timur. Langkah tersebut diduga dilakukan karena Korea Utara tidak memiliki izin resmi dari FIFA untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Sejauh Ini: Meksiko Lolos ke 32 Besar, Kanada dan Swiss Pesta Gol
Tuduhan ini berpotensi memunculkan persoalan pelanggaran hak cipta. Jika benar siaran tersebut ditayangkan tanpa persetujuan pemegang hak siar, maka Korut kembali berhadapan dengan masalah yang sama seperti beberapa tahun terakhir.
FIFA sebelumnya pernah mengeluarkan peringatan terkait siaran tidak resmi di Korea Utara. Pada 2023, badan sepak bola dunia itu mengonfirmasi adanya penayangan tanpa izin terhadap pertandingan Piala Dunia Wanita di negara tersebut.
Iklan Coca-Cola dan McDonald’s Ikut Tayang di Korea Utara
Kontroversi semakin menarik perhatian karena KCTV disebut menayangkan iklan komersial Amerika Serikat secara utuh. Dalam beberapa cuplikan yang beredar, terlihat iklan Coca-Cola dan McDonald’s muncul tanpa proses penyuntingan.
Hal tersebut cukup mengejutkan mengingat media pemerintahan Kim Jong-un selama ini dikenal memiliki kontrol ketat terhadap konten yang ditayangkan kepada publik. Kehadiran iklan dari perusahaan asal Amerika Serikat menjadi pemandangan yang jarang terjadi.
Sebelumnya, Korea Utara bisa menayangkan pertandingan Piala Dunia melalui mekanisme kerja sama yang melibatkan pemegang hak siar di Korea Selatan. Namun untuk Piala Dunia 2026, pemerintah Korea Selatan menyatakan tidak ada kontrak bersama yang mencakup wilayah tetangganya itu.
Hingga kini FIFA maupun otoritas Korea Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun kasus ini menambah daftar kontroversi di luar lapangan yang mewarnai pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Jelang Laga Kedua Piala Dunia 2026, Brasil Beri Kabar Terbaru soal Kondisi Neymar



