Beberapa Jam Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai, FIFA Paksa Negara Ini Ganti Jersey
BOLAZOLA – Kontroversi kembali mewarnai Piala Dunia 2026 bahkan sebelum turnamen resmi dimulai. Kali ini, FIFA memaksa salah satu peserta untuk mengubah desain jersey mereka hanya beberapa jam sebelum pertandingan pertama digelar.
Keputusan tersebut menambah daftar panjang polemik yang mengiringi turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Sebelumnya, publik sudah dihebohkan dengan masalah visa, perlakuan terhadap beberapa tim peserta, hingga mahalnya harga minuman di stadion.
Kini sorotan tertuju kepada Timnas Haiti yang mendadak mendapat larangan dari FIFA terkait desain seragam yang mereka gunakan selama laga pemanasan menuju Piala Dunia.
Jersey Bersejarah Haiti Dilarang di Piala Dunia 2026
Haiti dijadwalkan menjalani laga perdana Grup C melawan Skotlandia akhir pekan ini. Namun sebelum pertandingan tersebut berlangsung, FIFA meminta mereka mengganti desain jersey yang selama ini digunakan.
Masalahnya terletak pada ilustrasi yang terpampang di bagian depan seragam. Jersey tersebut menampilkan gambar Pertempuran Vertieres tahun 1803, peristiwa bersejarah yang menjadi simbol perjuangan kemerdekaan Haiti dari penjajahan.
Baca Juga: Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026: Catat Kapan, Siapa Para Artisnya, hingga Laga Pertama!
Desain tersebut sebelumnya sudah digunakan Haiti dalam dua laga uji coba melawan Selandia Baru dan Peru tanpa menimbulkan persoalan.
Namun FIFA menilai elemen visual dalam jersey itu berpotensi melanggar regulasi perlengkapan pertandingan yang melarang penggunaan pesan atau simbol yang dapat ditafsirkan sebagai muatan politik, agama, maupun pesan pribadi.
Produsen Jersey Haiti Beri Penjelasan
Perusahaan asal Kolombia, Saeta, selaku produsen jersey Haiti, langsung memberikan klarifikasi terkait keputusan FIFA tersebut. Mereka menegaskan bahwa desain tersebut dibuat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan masyarakat Haiti.
“Desain asli ini merupakan penghormatan kepada para pria dan wanita yang setiap hari berkontribusi terhadap masa depan Haiti dan tidak dimaksudkan sebagai pernyataan politik,” tulis Saeta dalam pernyataan resminya.
Meski berbeda pandangan dengan FIFA, Saeta akhirnya memilih mematuhi keputusan yang diberikan. Mereka telah melakukan perubahan pada desain seragam sesuai permintaan federasi sepak bola dunia tersebut agar Haiti tetap dapat menggunakannya selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Baca Juga: Suporter Inggris Syok Berat di Piala Dunia 2026, Harga Air Mineral Tembus Rp100 Ribu



