BERITA BOLAEPL

Kisah Kobbie Mainoo yang Sempat Ingin Tinggalkan Man United di Era Amorim

BOLAZOLA – Gelandang muda Manchester United Kobbie Mainoo mengakui dirinya sempat ingin meninggalkan klub saat Ruben Amorim menjabat sebagai pelatih kepala. Hal ini dipicu oleh keputusan Amorim yang membekukan statusnya dari skuat utama karena dianggap tidak cocok dengan sistem permainan.

Kekhawatiran muncul bahwa United akan kehilangan salah satu lulusan akademi terbaiknya setelah permintaan pinjaman dari sang pemain ditolak di musim panas lalu. Selama era Amorim, pemain 21 tahun ini bahkan tidak pernah diberikan kesempatan untuk tampil sebagai starter di kompetisi Liga Inggris.

Situasi tersebut akhirnya berbalik usai Amorim dipecat pada Januari dan digantikan oleh Michael Carrick yang menjabat hingga akhir musim ini. Carrick langsung mengembalikan peran sentral Mainoo di lini tengah, yang kemudian memicu kebangkitan sang wonderkid hingga dipanggil ke Timnas Inggris.

Dukungan Senior dan Perjuangan Mainoo Menghadapi Ketidakpastian

Mainoo mengungkapkan bahwa periode di bawah asuhan Amorim merupakan masa yang sangat sulit bagi perkembangan kariernya di Old Trafford. Namun, ia memilih tetap fokus berlatih keras sambil bersandar pada sosok senior seperti Casemiro, Bruno Fernandes, serta sahabatnya, Joshua Zirkzee.

“Ketika Anda tidak memainkan banyak pertandingan, atau bahkan tidak sama sekali, Anda mempertimbangkan segala hal (termasuk ingin pergi). Namun, fokus utama saya adalah selalu bermain untuk Manchester United. Saya ingin terus membela klub tempat saya tumbuh besar ini,” jelas Mainoo kepada Sky Sports

Baca Juga: Kobbie Mainoo Resmi Perpanjang Kontrak di Manchester United Hingga 2031

Ruben Amorim sebelumnya bersikeras bahwa Mainoo hanya bisa bermain di posisi yang ditempati oleh kapten tim Bruno Fernandes dalam skema permainannya. Alasan ketidakcocokan gaya bermain inilah yang membuat pemain muda itu terus terpinggirkan dari skuat utama.

“Saat ada manajer baru, mereka punya cara bermain sendiri dan jika mereka pikir Anda tidak cocok, maka Anda memang tidak cocok. Yang bisa saya lakukan hanyalah mencoba bekerja dan berlatih agar mereka mungkin melihat saya dari sudut pandang berbeda,” ceritanya. 

Tangan Dingin Michael Carrick Bangkitkan Kembali Mentalitas Juara

Kini, setelah menandatangani kontrak baru, Mainoo merasa jauh lebih percaya diri untuk terus mengabdi di klub masa kecilnya tersebut. Kehadiran Carrick terbukti menjadi titik balik krusial yang menyelamatkan karier talenta muda berbakat ini dari pintu keluar klub.

Michael Carrick langsung menempatkan Mainoo sebagai pilihan utama sejak hari pertama kepemimpinannya sebagai manajer interim Setan Merah. Performa solid alumni akademik Setan Merah itu berkontribusi besar dalam catatan 10 kemenangan dari 15 laga terakhir yang berhasil diraih oleh tim di semua kompetisi.

Keberhasilan Carrick mengamankan tiket Liga Champions membuat manajemen kini bersiap membuka pembicaraan mengenai kontrak permanen bagi sang legenda. Stabilitas yang dibawa Carrick tidak hanya menyelamatkan musim United, tetapi juga mengembalikan peran penting pemain muda dalam filosofi klub.

Baca Juga: Man United akan Segel Kontrak Permanen Carrick Jelang Hadapi Nottingham Forest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *