Mbappe Sebut Dirinya Jadi Pilihan Keempat, Arbeloa: Yang Pelatih Itu Saya!
BOLAZOLA – Real Madrid sukses menaklukkan Real Oviedo dengan skor 2-0, namun sorotan utama justru tertuju pada pernyataan kontroversial Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu mengklaim bahwa dirinya kini hanya opsi penyerang keempat di bawah asuhan Alvaro Arbeloa.
Sang bintang merasa posisinya tergeser oleh nama-nama seperti Vinicius Junior, Gonzalo Garcia, hingga pemain muda Franco Mastantuono. Pernyataan mengejutkan ini muncul saat ia berbicara kepada media di area mixed zone Santiago Bernabeu tepat setelah pertandingan usai.
Kabar ini langsung memicu kegaduhan di internal klub mengingat status Mbappe sebagai salah satu pemain bintang paling berpengaruh di dunia. Ketegangan antara pemain dan pelatih kini menjadi topik yang lebih hangat dibicarakan daripada kemenangan yang baru saja diraih Los Blancos.
Klarifikasi Soal Rotasi Pemain, Arbeloa: Saya Pelatihnya di Sini!
Alvaro Arbeloa segera membantah tegas terkait klaim Mbappe dalam sesi konferensi pers resmi yang diadakan setelah pertandingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan semacam itu dan menilai ada kesalahpahaman.
“Saya tidak tahu harus berkata apa, saya tidak memiliki empat penyerang dan saya tidak pernah mengucapkan kalimat itu kepada Mbappe. Jika saya tidak memainkannya, dia tidak bisa bermain; saya yang memutuskan karena saya adalah pelatihnya!” tegasnya kepada para wartawan.
Baca Juga: Hasil Pertandingan La Liga Pekan ke-36: Real Madrid Bungkam Oviedo, Barcelona Tumbang
Arbeloa menjelaskan bahwa keputusan membangkucadangkan Mbappe murni karena alasan teknis guna menghindari risiko cedera yang tidak diinginkan. Ia memastikan bahwa penyerang timnas Prancis tersebut akan kembali menjadi pilihan utama dalam laga krusial melawan Sevilla.
“Hari ini dia tidak menjadi starter karena ini bukan laga hidup mati. Kami punya pertandingan hari Minggu dan dia pasti jadi striker utama. Saya paham mereka yang tidak bermain pasti tidak senang, tapi ini adalah keputusan berdasarkan keadaan,” jelasnya.
Konflik Internal Real Madrid dan Prinsip Ketegasan Sang Juru Taktik
Pelatih berusia 43 tahun itu mengaku sudah berdiskusi dengan Mbappe sebelumnya, namun ia tidak bisa mengontrol interpretasi pemain terhadap dirinya. Arbeloa bersikeras bahwa prioritas utamanya adalah menjaga keseimbangan skuat agar tetap kompetitif di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.
Ia juga mengakui bahwa ketegangan seperti ini tidak hanya terjadi pada Mbappe, melainkan juga melibatkan beberapa pemain bintang di skuat Madrid. Pengakuan ini seolah membenarkan berbagai laporan media dalam beberapa pekan terakhir mengenai keretakan hubungan di ruang ganti pemain.
Manajemen klub kini berada dalam posisi sulit untuk meredam api konflik agar tidak mengganggu fokus tim dalam perburuan gelar juara. Arbeloa menegaskan akan tetap memegang teguh prinsip kepemimpinannya dan tidak akan terpengaruh oleh tekanan dari pihak manapun hingga hari terakhirnya bertugas.
Baca Juga: Jose Mourinho Bantah Rumor Kembali Melatih Real Madrid Musim Depan



