Lini Pertahanan AS Roma jadi Sorotan Usai Tersingkir oleh Bologna di Liga Europa
BOLAZOLA – Pelatih Gian Piero Gasperini mengakui bahwa AS Roma menunjukkan sisi terbaik sekaligus terburuk mereka saat disingkirkan Bologna dari Liga Europa. Kekalahan agregat 5-4 memastikan langkah Giallorossi terhenti dalam drama pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu.
Roma sempat tertinggal 3-1 sebelum akhirnya bangkit melalui gol Evan Ndicka, Donyell Malen, dan Lorenzo Pellegrini untuk memaksa laga berlanjut. Namun, gol penentu dari Nicolo Cambiaghi di menit-menit akhir babak tambahan mengubur impian Roma untuk melaju lebih jauh.
Gasperini merasa sangat menyesal karena timnya terus-menerus harus mengejar ketertinggalan akibat kesalahan yang tidak perlu di lini pertahanan. Performa apik di lini serang seolah menjadi sia-sia karena rapuhnya koordinasi pemain belakang dalam mengantisipasi serangan lawan.
Gasperini Frustrasi dengan Inkonsistensi Performa Skuad AS Roma
Mantan pelatih Atalanta tersebut menyoroti sikap naif para pemainnya, terutama saat momen gol pembuka lawan yang melibatkan Gianluca Mancini. Ia menyayangkan fokus pemain yang terganggu oleh protes pelanggaran sehingga membiarkan penyerang lawan bebas bergerak.
“Tentu saja ini pertandingan yang menarik, tapi kami pergi dengan penyesalan besar karena melihat sisi terbaik dan terburuk kami. Hal terburuk adalah gol-gol yang kami biarkan tercipta, yang membuat kami selalu dalam posisi mengejar,” ujar Gasperini dikutip dari Sky Sport Italia.
Ia merasa timnya melakukan banyak hal bagus sepanjang laga namun dirusak oleh kesalahan individual yang fatal secara teknis. Gasperini juga menyentuh keterbatasan opsi di bangku cadangan yang membuatnya kesulitan melakukan rotasi pemain di saat krusial.
“Mancini tetap terjatuh setelah ada tarikan baju sehingga lawan bebas untuk merangsek maju ke depan. Itu adalah situasi yang sangat aneh bagi kami, namun sayangnya kami memang tampil naif di momen tersebut,” tambahnya dengan nada kecewa.
Krisis Pemain Depan Jadi Faktor Kekalahan
Gasperini menghadapi tantangan berat karena absennya sejumlah pilar utama seperti Paulo Dybala, Matias Soule, hingga Artem Dovbyk. Minimnya alternatif di lini serang memaksa tim bermain dengan skuat yang sangat terbatas di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Cedera yang dialami Manu Kone di menit-menit awal pertandingan semakin memperburuk situasi taktis bagi tim Serigala Ibu Kota. Pelatih hanya melakukan sedikit pergantian pemain karena merasa tidak memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan kebutuhan strategi tim.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif Roma yang belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan kompetitif terakhir mereka. Posisi klub di klasemen Serie A juga terus merosot dari peringkat keempat hingga kini tertahan di posisi keenam.



