Hansi Flick Puji Mentalitas La Masia Usai Barcelona Lumat Newcastle United
BOLAZOLA – Pelatih Hansi Flick mengaku sangat puas setelah Barcelona memastikan diri lolos ke perempat final Liga Champions musim ini. Kemenangan telak 7-2 atas Newcastle United di Spotify Camp Nou mengunci keunggulan agregat fantastis 8-3 bagi Blaugrana.
Lamine Yamal menjadi bintang lewat gol penaltinya di penghujung babak pertama yang membawa Barcelona unggul tipis 3-2. Performa luar biasa di babak kedua kemudian menyempurnakan dominasi tuan rumah atas wakil Inggris tersebut.
Hansi Flick menilai timnya tampil sangat megah pada paruh kedua pertandingan meski sempat mengalami kesulitan di awal. Solusi bermain lebih menyerang terbukti ampuh meruntuhkan pertahanan lawan dan mengamankan kemenangan besar.
Pujian Hansi Flick Untuk Kepercayaan Diri Bintang Muda La Masia
Pelatih asal Jerman tersebut memberikan apresiasi khusus bagi para pemain muda yang tampil dengan penuh percaya diri. Baginya, melihat perkembangan talenta muda di setiap pertandingan adalah hal yang sangat luar biasa bagi tim.
“Saya menyukai kepercayaan diri mereka di babak kedua. Kami memiliki tim yang sangat muda dan fantastis melihat cara mereka berkembang,” ujar Flick dikutip dari laman resmi klub.
Ia juga memuji kontribusi besar akademi La Masia dalam membentuk karakter petarung pada setiap pemain didikannya. Mentalitas kompetitif yang dimiliki para pemain muda ini dianggap sebagai kunci utama keberhasilan strategi kepelatihannya.
“Akademi telah melakukan pekerjaan luar biasa karena hal terpenting adalah daya saing, dan mereka memilikinya. Mentalitas yang mereka punya adalah mereka sangat suka berkompetisi,” tambahnya dengan bangga.
Fokus Perbaikan Lini Pertahanan Menuju Babak Perempat Final
Meski menang besar, Hansi Flick tetap menyoroti beberapa aspek permainan yang masih perlu segera diperbaiki. Ia mengakui lini pertahanan timnya sempat kedodoran dalam menghadapi tekanan intensitas tinggi dari Newcastle.
Tim kepelatihan akan melakukan evaluasi mendalam untuk membenahi celah di lini belakang sebelum laga perempat final dimulai. Perbaikan teknis ini sangat krusial agar Barcelona tetap solid saat menghadapi tim-tim elit Eropa lainnya.
Mengenai status favorit juara, Flick memilih untuk tetap rendah hati dan enggan sesumbar terlalu dini. Ia menekankan bahwa tidak ada pertandingan mudah di Liga Champions sehingga tim harus melangkah tahap demi tahap.



