Momen Langka di Gedung Putih: Lionel Messi Temui Donald Trump
BOLAZOLA – Legenda sepak bola Lionel Messi secara mengejutkan mengesampingkan ketegangan militer yang terjadi di Timur Tengah, dengan mengunjungi Gedung Putih untuk menemui Donald Trump.
Kehadiran bintang Inter Miami tersebut bertujuan untuk memperingati keberhasilan klubnya menjuarai Major League Soccer (MLS) pada Desember lalu. Kunjungan ini menjadi sorotan dunia karena Messi dikenal sangat tertutup dan sering menghindari undangan resmi dari para pemimpin negara.
Pada Januari 2025, kapten timnas Argentina ini bahkan sempat menolak medali kehormatan dari Presiden Joe Biden. Donald Trump memanfaatkan momen ini untuk memberikan sambutan istimewa kepada tamu VIP yang gagal didatangkan oleh pendahulunya tersebut.
Kontras Sikap Politik Messi di Amerika Serikat dan Argentina
Lionel Messi memiliki sejarah panjang dalam menghindari interaksi formal dengan para politisi, termasuk di tanah kelahirannya sendiri. Saat menjuarai Piala Dunia 2022, skuad Argentina menolak undangan Presiden Alberto Fernandez untuk merayakan kemenangan di istana kepresidenan.
Bahkan Presiden Argentina saat ini, Javier Milei, yang merupakan sekutu dekat Trump, belum berhasil mendapatkan foto pribadi dengan sang bintang. Meskipun Milei sering memberikan pujian terbuka, Messi tetap menjaga jarak aman dari pusaran politik di negaranya sendiri.
Kunjungan ke Gedung Putih ini dianggap sebagai anomali mengingat Messi biasanya hanya bersinggungan dengan pemimpin dunia di lapangan hijau. Satu-satunya kunjungan resmi sebelumnya terjadi pada 2014 saat ia menemui Cristina Kirchner setelah kekalahan di final Piala Dunia.
“Ada jauh lebih banyak tekanan yang diberikan kepada Anda karena Anda diharapkan untuk selalu menang,” ujar Trump sambil menatap Messi, dari tayang NDTV Sports.
Konflik Internal Sepak Bola Argentina Jelang Piala Dunia 2026
Situasi Messi menjadi cukup canggung di Argentina menyusul perselisihan antara Javier Milei dengan Ketua Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia. Milei secara terbuka mengkritik Tapia terkait rencana privatisasi klub sepak bola yang sangat ditentang keras oleh pihak federasi.
Hingga saat ini, Messi masih bungkam dan tidak memberikan komentar apa pun terkait konflik internal yang melibatkan sosok-sosok kuat tersebut. Posisi Tapia sendiri sedang terpojok akibat investigasi dugaan korupsi yang sedang berlangsung di Buenos Aires.
Ketegangan antara pemerintah dan federasi dikhawatirkan dapat memengaruhi persiapan tim nasional menjelang turnamen akbar musim panas mendatang. Messi diharapkan tetap menjadi sosok pemersatu di tengah polarisasi politik yang tajam di negaranya saat ini.



