Strategi Khusus Pep Guardiola untuk Haaland Jelang Laga Melawan Leeds
BOLAZOLA – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa taktik utamanya selalu berfokus menempatkan Erling Haaland di posisi mencetak gol sebanyak mungkin. Meskipun sang penyerang menunjukkan fleksibilitas baru dalam memberikan asis, Guardiola ingin pemain nomor sembilan tersebut tetap berada di depan gawang lawan.
Erling Haaland memulai musim 2025/26 dengan sangat produktif lewat torehan 19 gol dalam 17 pertandingan pertama di Premier League. Namun, dalam sepuluh laga liga terakhir, ia baru mengemas tiga gol meski kontribusinya dalam membangun serangan tim justru meningkat pesat.
Guardiola sempat memberikan pujian khusus atas kerja keras sang striker saat membantu tim saat melawan Newcastle pekan lalu. Namun, sang pelatih memberikan pernyataan tegas menjelang kunjungan ke markas Leeds United mengenai peran terbaik sang striker.
Inovasi Taktik Guardiola demi Menjaga Kebugaran Haaland
Pep Guardiola menyatakan bahwa ia ogah timnya terlalu bergantung pada bola-bola panjang yang sangat menguras tenaga fisik Haaland secara terus-menerus. Ia sedang mencari alternatif taktik agar sang striker bisa tetap efektif meskipun mendapatkan pengawalan ketat dari bek lawan.
”Saya selalu ingin menempatkan Erling sedekat mungkin dengan kotak penalti dan mencetak gol. Itulah taktik yang terbaik untuk kami. Sangat penting bagi dia untuk membantu membangun serangan, tetapi kami harus mencoba menggunakannya sesedikit mungkin dalam fase tersebut,” ujar Guardiola.
Sang manajer menilai duel fisik yang terlalu sering, seperti saat melawan Dan Burn dari Newcastle, tidak akan baik bagi kebugaran striker Timnas Norwegia itu. Strategi alternatif sangat dibutuhkan agar pemain asal Norwegia tersebut bisa bermain lebih lama dan tetap tajam di setiap pertandingan.
”Kami harus membuat alternatif sehingga kami tetap memiliki impian agar dia bisa bermain lebih sering. Terutama saat menghadapi pengawalan ketat yang menyulitkan. Jika setiap tiga hari dia harus melakukan duel fisik berat, hal itu tidak akan berkelanjutan bagi striker seperti Erling,” tambahnya.
Evolusi Sang Striker sebagai Ikon Global Manchester City
Sejak gabung Man City pada musim panas 2022, Haaland telah berkembang pesat baik di dalam dan di luar lapangan hijau. Ia telah menjadi pilar penting membantu City meraih tujuh trofi, termasuk dua gelar Liga Inggris dan trofi Liga Champions pertama klub.
Prestasi individunya pun sangat mentereng dengan koleksi dua sepatu emas Premier League serta gelar Pemain Terbaik dan Pemain Terbaik Musim Ini. Keberadaannya kini bukan hanya sekadar pencetak gol, melainkan simbol dominasi Manchester City di kancah sepak bola dunia musim 2026.
Kini tantangan bagi Guardiola adalah memastikan sang bintang tetap bugar di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat dan menuntut fisik. Fokus utama staf kepelatihan adalah memaksimalkan efisiensi gerakan Haaland agar setiap sentuhannya di kotak penalti membuahkan hasil yang mematikan.



