BERITA BOLASERIE A

Juventus Gugur Dramatis dari Galatasaray, Locatelli Malah Merasa Bangga

BOLAZOLA – Juventus harus mengubur impian mereka di Liga Champions setelah tersingkir secara tragis oleh Galatasaray melalui babak perpanjangan waktu. Meski menang di waktu normal, Manuel Locatelli dkk kalah agregat 5-7 dalam laga yang menguras emosi di Allianz Stadium.

Pertandingan ini diwarnai aksi heroik sepuluh pemain Juventus yang berjuang keras membalikkan keadaan setelah kekalahan telak di leg pertama. Dukungan luar biasa dari para suporter tetap mengalir meski tim akhirnya gagal melaju ke babak 16 besar.

Manuel Locatelli mengakui bahwa kekalahan ini terasa sangat menyakitkan hingga membuatnya ingin meneteskan air mata di lapangan. Semangat juang yang ditunjukkan rekan-rekan setimnya dianggap sebagai identitas asli yang harus dipertahankan klub ke depannya.

Dedikasi Tinggi Locatelli dkk dengan Sepuluh Pemain

Gelandang andalan Juventus tersebut menyatakan bahwa seluruh anggota tim telah memberikan jiwa dan raga mereka demi mengejar ketertinggalan agregat. Ia merasa sangat terharu melihat perjuangan gigih timnya yang bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari satu jam.

“Sejujurnya saya merasa ingin menangis karena kami benar-benar percaya bisa membalikkan keadaan di laga ini. Kami mengerahkan seluruh hati dan jiwa kami ke dalam pertandingan ini, bahkan lebih dari sekadar usaha maksimal,” ujar Locatelli dikutip dari Football Italia.

Locatelli juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rekan setim dan staf pelatih atas kerja keras mereka. Ia menilai atmosfer di stadion sangat luar biasa dan memberikan energi tambahan yang sangat dibutuhkan oleh para pemain.

“Atmosfer di stadion malam ini sungguh luar biasa dan ini adalah malam-malam yang akan selalu teringat dalam karier kami. Kami menyerap energi dari para suporter yang membuat kami mampu bertarung hingga batas kemampuan terakhir,” tambah sang kapten.

Kegagalan di Menit Akhir Setelah Perlawanan Heroik

Harapan untuk melakukan comeback sempat membubung tinggi setelah gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Namun, keunggulan jumlah pemain lawan akhirnya membuahkan hasil melalui gol Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz di menit-menit akhir.

Meski gagal lolos, Juventus berhasil membungkam kritik yang menyebut mereka kurang memiliki semangat juang pada musim kompetisi 2026 ini. Tangis Khephren Thuram di pinggir lapangan menjadi simbol betapa besarnya gairah dan harapan tim untuk meraih kemenangan malam itu.

Kini Juventus harus segera mengalihkan fokus mereka untuk memperbaiki posisi di kompetisi domestik setelah perjuangan berat di Eropa berakhir. Performa heroik melawan Galatasaray diharapkan menjadi titik balik bagi mentalitas bertanding skuad asuhan Thiago Motta tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *