AC Milan Berhasil Kalahkan Pisa, Max Allegri Puji Mentalitas Luka Modric
BOLAZOLA – AC Milan berhasil membawa pulang poin penuh setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah Pisa dalam lanjutan Serie A. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Luka Modric di menit-menit akhir pertandingan saat tim tamu bermain dengan sepuluh orang.
Kemenangan ini terasa sangat berharga mengingat Rossoneri sering kesulitan menghadapi tim-tim papan bawah di musim ini. Hasil tersebut juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan menjadi 23 pertandingan yang merupakan catatan terbaik di Eropa.
Pelatih Rossoneri Max Allegri mengakui Pisa telah menyuguhkan perlawanan yang sangat berat kepada skuat asuhannya. Namun, sang pelatih secara langsung meminta anak-anak asuhnya untuk mereplikasikan mentalitas Luka Modric.
Teladan Luar Biasa dari Luka Modric untuk AC Milan
Max Allegri mengakui bahwa menghadapi Pisa bukanlah tugas yang mudah karena strategi serangan balik lawan sangat berbahaya. Ia merasa timnya sempat lengah setelah unggul lebih dulu lewat sundulan Ruben Loftus-Cheek di babak pertama.
“Kami semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Luka Modric di usianya yang ke-40. Dia adalah contoh nyata tentang bagaimana seorang profesional harus bersikap di atas lapangan,” ujar Allegri.
Allegri menyayangkan penurunan fokus mental para pemainnya yang membuat lawan sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Ia menuntut peningkatan konsistensi karena tantangan berat di kompetisi domestik akan segera menentukan nasib gelar juara.
“Milan memiliki kualitas teknik yang hebat, namun terkadang kami masih sering merasa lesu secara mental di momen krusial. Seluruh musim bisa berubah dalam sepekan, jadi kami harus tetap waspada menghadapi setiap laga tandang,” tambah sang pelatih.
Menjaga Persaingan Ketat Menuju Puncak Klasemen
Kemenangan dramatis ini membuat AC Milan tetap menjadi satu-satunya pesaing terdekat yang mampu mengimbangi kecepatan Inter Milan. Fokus utama Allegri sekarang adalah memperbaiki keseimbangan pertahanan setelah kartu merah ceroboh yang diterima Adrien Rabiot.
Modric kini tercatat sebagai pencetak gol tertua ketiga dalam sejarah Serie A di usianya yang menginjak 40 tahun lebih. Pencapaian individu ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para pemain muda Milan untuk terus menjaga performa terbaik mereka.Kini, Milan harus bersiap menghadapi jadwal padat yang akan menguji kedalaman skuad serta ketahanan fisik para pemain inti. Jika mentalitas pemenang seperti di markas Pisa terus dipertahankan, peluang merengkuh Scudetto di akhir musim tetap terbuka lebar.



