Jaga Mental dan Fisik Tetap Bugar, Juventus Terapkan Metode ‘Invisible Training’
BOLAZOLA – Pelatih Juventus Luciano Spalletti menuntut reaksi cepat dari skuatnya usai hasil imbang yang mengecewakan melawan Monaco di Liga Champions. Menjelang laga tandang ke markas Parma pada Minggu malam, Spalletti menegaskan bahwa performa lesu tidak boleh terulang kembali.
Jadwal padat kini mulai menghantui skuad Bianconeri setelah mereka memastikan tempat di babak play-off Liga Champions. Mereka finis di peringkat ke-13 klasemen fase grup Liga Champions dan harus melalui babak play-off untuk ke 16 besar.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama sang pelatih, mengingat Juventus akan segera berhadapan dengan raksasa Turki, Galatasaray. Pertandingan ini digelar dalam format laga dua leg yang sangat krusial pada pertengahan Februari mendatang.
Metode ‘Invisible Training’ yang Dilakukan Juventus
Menariknya, Spalletti memperkenalkan konsep unik guna menjaga kebugaran mental dan fisik anak asuhnya di tengah padatnya jadwal kompetisi. Pelatih berkepala plontos tersebut percaya bahwa memberikan waktu istirahat yang lebih berkualitas adalah satu-satunya cara agar para pemain tetap kompetitif.
“Invisible training adalah saat kami tidak melihat mereka, mereka tetap di rumah. Namun, mereka harus memikirkan pertandingan besok dan pertandingan-pertandingan mendatang. Jadi ini adalah pengalihan mental. Ketika Anda bermain sangat banyak, Anda harus menemukan keseimbangan yang tepat. Banyak bermain, banyak istirahat, banyak berlatih,” ungkap Spalletti melalui laporan TMW.
Selain masalah pemulihan, Spalletti tetap optimis bahwa rentetan jadwal padat ini justru akan memberikan pengalaman berharga bagi para pemainnya. Ia menaruh kepercayaan penuh pada kualitas individu yang dimiliki skuat Juventus saat ini untuk melewati rintangan fisik yang ada.
“Solusinya adalah memberikan lebih banyak istirahat dan anak-anak tampak merespons dengan sangat baik. Kami mendapatkan pengalaman baru dan lebih banyak pengetahuan, yang dapat membantu kami di masa depan. Saya sepenuhnya mempercayai pemain saya dan tidak memikirkan hal lain selain memiliki pemain super dan top di sini,” tambah mantan pelatih timnas Italia tersebut.
Mengincar Poin Penuh demi Menjaga Momentum Juara
Penerapan metode latihan baru ini memberikan pesan jelas bahwa Juventus sedang berupaya cerdas dalam mengelola energi dan fisik para pemain. Metode latihan ini dipercaya bisa menjaga mentalitas dan ambisi besar untuk juara Serie A akhir musim nanti.
Spalletti ingin memastikan bahwa setiap pemain yang turun di lapangan melawan Parma nanti dalam kondisi bugar secara mental dan fisik. Dengan dukungan kualitas pemain yang mumpuni, Juventus diharapkan mampu menunjukkan karakter juara yang sempat hilang di laga sebelumnya.
Melihat klasemen Serie A saat ini, Juventus sendiri masih tertahan di posisi kelima dengan perolehan 42 poin. Mereka dituntut untuk terus berjuang memangkas jarak 10 poin dengan Inter Milan, yang ada di puncak klasemen sementara.



