BERITA BOLAUEFA

Drama di Liga Champions, Mourinho Ungkap Momen ‘Chaos’ Saat Nyaris Gagal Lolos

BOLAZOLA – Pelatih kawakan Jose Mourinho baru saja melewati salah satu malam paling dramatis. Yakni saat mendampingi Benfica mempermalukan Real Madrid di matchday 8 Liga Champions, Kamis (29/01) dini hari WIB tadi. 

Berkat tiga poin itu, Benfica akhirnya berhasil memastikan diri melaju ke babak play-off melalui perjuangan yang menguras emosi hingga detik terakhir. Hasil ini menjadi penegasan bahwa Liga Champions musim ini penuh dengan ketidakpastian. 

Mourinho mengakui bahwa situasi di lapangan sempat berubah menjadi kekacauan ketika nasib Benfica juga bergantung pada hasil pertandingan di stadion lain. Strategi untuk mengunci pertahanan hampir saja menjadi bumerang bagi raksasa Portugal tersebut.

Kebingungan Taktis dan Momentum Keberuntungan Mourinho

Mourinho menjelaskan bahwa ia sempat menginstruksikan timnya untuk bertahan karena mengira hasil imbang sudah cukup untuk meloloskan mereka. Namun, perubahan situasi di grup lain membuat instruksi tersebut hampir terlambat untuk dikoreksi, apalagi kuota ganti pemain sudah habis. 

“Ketika saya membuat perubahan terakhir, Ivanovic dan Antonio Silva, saya diberitahu bahwa itu sudah cukup, jadi mari kita ‘tutup pintunya’ (bertahan). Namun beberapa detik kemudian, mereka memberi tahu saya bahwa kami butuh satu gol lagi. Padahal saya tidak bisa melakukan pergantian pemain lagi,” ungkap Mourinho menceritakan momen kepanikan di pinggir lapangan.

Beruntung bagi Benfica, mereka mendapatkan kesempatan emas melalui situasi bola mati di menit-menit akhir. Yang mana, peluang tersebut berhasil dimaksimalkan menjadi tambahan gol. 

“Jadi itulah poin keberuntungannya, mendapatkan tendangan bebas yang memungkinkan kami mengirim pemain-pemain jangkung ke depan untuk mencetak gol,” tambah manajer yang dijuluki The Special One tersebut.

Fokus Menuju Babak Play-off Liga Champions

Keberhasilan dramatis ini memberikan pesan bahwa mentalitas pantang menyerah tetap menjadi identitas utama tim asuhan Mourinho. Meskipun harus melalui rute yang menegangkan, kelolosan ke babak play-off menjadi modal penting bagi Benfica untuk terus melaju lebih jauh.

Mantan pelatih Real Madrid itu kini memiliki tugas berat untuk mengevaluasi koordinasi komunikasi di dalam staf kepelatihannya agar kejadian serupa tidak terulang. Fokus utama tim saat ini adalah memulihkan kondisi fisik para pemain dan mempersiapkan taktik yang lebih matang.

Kini, seluruh pendukung Benfica bernapas lega melihat tim kesayangan mereka masih bertahan di kompetisi paling bergengsi ini. Dengan pengalaman segudang Mourinho dalam memenangkan trofi Eropa, Benfica diyakini akan menjadi lawan yang sangat sulit ditaklukkan oleh siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *